> >

5 Tanaman Hias Ini Ternyata Bisa Jadi Penyaring Udara, Salah Satunya Lidah Mertua

Kesehatan | 14 Agustus 2023, 14:08 WIB
Tanaman lidah mertua ternyata bisa menjadi penyaring udara. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sejumlah tanaman hias memiliki kemampuan untuk menyerap racun berbahaya dari udara atau menjadi penyaring udara, khususnya di ruangan tertutup dengan sedikit pertukaran udara.

Tanaman hias ini tak sekadar mempermanis tampilan ruangan, tetapi juga mampu membersihkan udara. Mungkin tak sehebat mesin penyaring udara (air purifier), tetapi tanaman ini lebih alami dan hemat biaya.

Sebagai informasi, kualitas udara di Jakarta belakangan ini memburuk. Berdasarkan situs pemantau udara, IQAir, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta mencapai 153 pada Senin (14/8/2023) pagi dan masuk kategori tidak sehat.

Baca Juga: Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang dari Polusi Udara, Bisa Sebabkan Kematian Dini

Beberapa hari yang lalu, angka AQI bahkan mencapai lebih dari 170. Jika seseorang terpapar udara yang buruk, maka kesehatannya terancam terganggu.

Untuk itu, berikut ini disajikan sejumlah tanaman hias yang bisa Anda tanam di dalam rumah untuk menyaring udara dan membuat Anda lebih tenang.

5 Tanaman Hias Penyaring Udara

Melansir NDTV, berikut beberapa tanaman hias yang bisa menyaring udara.

1. Lidah Buaya

Ilustrasi tanaman Lidah Buaya atau Aloe Vera. (Sumber: Unsplash/pisauikan)

Tanaman yang sering kita jumpai ini ternyata bermanfaat membantu membersihkan udara dari benzena dan formaldehida yang berasal dari benda-benda seperti karpet dan papan partikel.

Tak hanya itu, ekstraknya juga bermanfaat dalam penyembuhan luka dan masalah kulit. 

Lidah buaya membutuhkan sinar matahari yang cukup dan sedikit air. Dengan pot kecil dan sedikit tanah, Anda bisa menanamnya di dekat jendela ruang tamu dan merasakan manfaatnya.

2. Lidah Mertua

Jika Anda mencari tanaman dengan perawatan minimal yang juga efektif dalam mengatasi polusi udara dalam ruangan, tanaman ular atau lidah mertua adalah pilihan tepat. 

Dikenal dengan bentuk dan teksturnya yang unik, tanaman ini mampu menyaring berbagai polutan seperti formaldehida, trichloroethylene, dan berbagai senyawa berbahaya lainnya. 

Kelebihan lainnya, lidah mertua juga memiliki kemampuan untuk menyerap karbondioksida dan melepaskan oksigen, khususnya di malam hari. Menempatkannya di dalam rumah akan memberikan manfaat oksigen langsung.

Baca Juga: Benarkah Paparan Polusi Udara Sama dengan Merokok? Ini Temuan Studi

3. Palem Bambu

Tanaman Palem Bambu bukan hanya sekadar hiasan, tetapi juga tanaman yang efektif melawan polusi udara dalam ruangan. Tumbuhan ini mampu menyaring berbagai polutan berbahaya, seperti benzena dan formaldehida. 

Palem Bambu juga tahan terhadap cuaca dingin dan tidak membutuhkan perawatan air yang terlalu sering. Menempatkannya di dekat tempat tidur atau meja kerja akan memberikan manfaat ganda.

4. Warneck Dracaena

Tanaman Warneck Dracaena bukan hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga berperan dalam mengurangi polusi udara. Dengan kemampuannya menyaring polutan dari berbagai sumber seperti cat, deterjen, pernis, dan minyak, tanaman ini sering ditemukan di kantor-kantor. 

Warneck Dracaena dapat tumbuh hingga 12 kaki dalam suhu ruangan, tanpa perlu sinar matahari langsung. Kombinasi keindahan dan manfaat lingkungan membuatnya menjadi pilihan yang sempurna untuk rumah atau tempat kerja.

Baca Juga: Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga Dunia Hari Ini Senin 14 Agustus 2023

5. Tanaman Laba-laba

Tanaman Laba-laba (Spider Plant). (Sumber: Unsplash/@Lucian Alexe)

Meskipun laba-laba mungkin kurang diinginkan dalam rumah, tanaman laba-laba justru adalah pemberian berharga untuk mengatasi polusi udara dalam ruangan. 

Tanaman hias yang dikenal dengan tanaman udara ini tumbuh dengan cepat dan berperan aktif dalam mengurangi polutan seperti karbon monoksida, formaldehida, dan benzena. 

Tidak seperti tanaman lain yang membutuhkan perawatan khusus, tanaman laba-laba tidak perlu banyak cahaya matahari dan bahkan tahan terhadap cuaca dingin. 

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : NDTV


TERBARU