> >

Jadah Bakar, Kuliner Khas Musim Penghujan

Cerita indonesia | 13 Januari 2020, 17:18 WIB

BLITAR, KOMPAS.TV - Kuliner hangat selalu memiliki daya tarik tersendiri kala musim hujan tiba. Misalnya tempat berkonsep kaki lima di Jalan Lawu, Kota Blitar, Jawa Timur. Tempat ini menyajikan makanan tradisional, yakni jadah bakar.

Jadah sendiri merupakan makanan tradisonal yang terbuat dari beras ketan dan kelapa muda serta disajikan dengan taburan gula pasir. Pada zaman dahulu, kuliner yang memiliki rasa gurih ini merupakan kegemaran para sultan kerajaan.

Baca Juga: Kapal Klotok, Transportasi Tradisional di Kota Balikpapan yang Masih Eksis

Pendirinya ialah Gunawan Setiadarma, seorang pria lulusan S1 ekonomi yang memilih menekuni usaha makanan. Pria dua anak ini mengaku sengaja menjual jadah bakar sebagai pentuk pelestarian kuliner tradisional yang kini mulai tergerus dengan makanan cepat saji.

Warung makan ini buka sejak pukul 18.00 WIB dan tidak pernah sepi pengunjung. Rata-rata dalam sehari, Gunawan mampu menjual 6 kilogram jadah dengan omzet hingga Rp400 ribu. Penyajian makanan tradisional ini juga terbilang unik karena dibakar di atas bara api.

Baca Juga: Mengintip Proses Pembuatan Kain Jumputan Khas Palembang

Selain jadah bakar, pria 31 tahun tersebut juga menjual minuman rimpang yang terbuat dari serai, kayu manis, dan jahe. Selain mampu menghangatkan tubuh, minuman tradisional itu juga dapat menjadi obat diabetes dan hipertensi.

Satu porsi jadah bakar dijual dengan harga Rp5.000,00, sementara untuk segelas rimpang dibanderol dengan harga Rp6.000,00. Selain harganya yang murah, banyaknya khasiat makanan dan minuman tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

#JadahBakar #Blitar #KulinerJateng

Penulis : Desy-Hartini

Sumber : Kompas TV


TERBARU