> >

Bantal Awalnya Keras dan untuk Menghalau Serangga

Sinau | 18 Agustus 2021, 15:02 WIB

KOMPAS.TV- Bantal adalah barang wajib yang harus ada di kasur. Karena kebanyakan orang ketika tidur wajib menggunakan alas kepala untuk kenyamanan. Tidur dengan bantal yang lembut adalah sebuah hadiah yang luar biasa, atas lelahnya pekerjaan yang diselesaikan seharian dan menguras pikiran serta tenaga.

Namun pada awalnya, justru bantal dibuat dari benda keras, yaitu batu. Mengapa batu yang dipilih sebagai bahan untuk alas kepala ketika tidur? Alasanya adalah, meski tidak nyaman, menggunkan bantal yang terbuat dari batu sebagai alas kepala ketika tidur, untuk menghalau  serangga tidak merambat naik ke wajah dan masuk ke hidung, mulut maupun telinga. Bantal batu ini dari bangsa Mesopotamia kuno.

Harga bantal saat itu juga sangat mahal, makin tebal dan tinggi bantal yang terbuat dari batu. Harga yang ditawarkan  semakin mahal. Orang yang bisa membeli hanya dari kalangan tertentu saja, yaitu orang dengan harta yang melimpah.

 Bangsa mesir kuno juga memiliki bantal yang serupa. Selain memiliki arti spiritual, bangsa Mesir kuno percaya. Bantal bisa mengusir roh jahat.

Bangsa Tiongkok percaya, menggunakan bantal yang terbuat dari benda keras seperti porselen, batu giok, perunggu, maupun kayu. Memiliki manfaat yaitu melancarkan peredaran darah.

Baca Juga: Tidur Dengan Atau Tanpa Bantal, Mana yang Lebih Sehat?

https://www.kompas.tv/article/183990/tidur-dengan-atau-tanpa-bantal-mana-yang-lebih-sehat

(*)

Grafis: Joshua Viktor

Penulis : Sunbhio-Pratama

Sumber : diolah dari berbagai sumber


TERBARU