> >

Hendardi: Banyak Ancaman saat Lakukan Investigasi Orang Hilang di Aceh

Back to bdm | 4 Maret 2021, 20:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Badan Pengurus Setara Institue Hendardi sudah begitu lama terjun memperjuangkan keadilan.

Sejak zaman Orde Baru, ia telah mempertaruhkan nyawa demi hak asasi orang-orang yang ditindas rezim.

Saat itu, berbagai cara dilakukannya dalam perjuangan kemanusiaan, bahkan sampai memiliki banyak identitas demi keselamatan dirinya.

Dalam memperjuangkan kemanusiaan tersebut, tatkala Hendardi mendapatkan banyak ancaman.

Baca Juga: Hendardi: "Godfather" Aktivis HAM, Penculikan, Hingga Pemilik Banyak KTP - Back to BDM

Hal itu disampaikan oleh Hendardi dalam program Back to BDM bersama Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo, Jumat (26/2/2021).

"Sebenarnya banyak ancaman, apalagi kalau saya mengakui. Saya kan begini apa yang saya investigasi di Aceh hampir sama dengan di Timor Timur. Saya menginvestigasi orang-orang yang hilang, korban yang meninggal, dan sebagainya," ujar Hendardi.

Ketika melakukan investigasi tersebut, Hendardi pun menggunakan penerjemah, terutama di desa-desa yang memang tidak dapat berbahasa Indonesia. Salah satunya adalah almarhum Jafar Sidiq.

Meski hampir sama, Hendardi mengaku bahwa tingkat kesulitan dalam melakukan operasi penyamaran di Aceh lebih sulit dibandingkan di Timor Timur.

"Kenapa? Begini, Timor Timur seperti yang kita ketahui, ada problem hukumnya bahwa status administratifnya ada di Portugal. Status hukumnya ada di Indonesia. Nah itu membuat bahwa Timor Timur lebih diperhatikan atau punya koneksi dengan internasional. Nah berbeda dengan Aceh. Kita bilang Aceh, di mana itu orang bilang. Orang enggak tahu," cerita Hendardi.

#Hendardi #BacktoBDM #BudimanTanuredjo

Penulis : Desy-Hartini

Sumber : Kompas TV


TERBARU