> >

Kumpulan Protes Susi Pudjiastuti Soal Ekspor Benih Lobster Hingga Menangis

Cerita indonesia | 25 November 2020, 13:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu, 25 November 2020. Penangkapan Edhy Prabowo terkait dengan ekspor benih lobster.

Menteri KKP sebelumnya, Susi Pudjiastuti menentang kebijakan ini. Sejumlah protes pun ia sampaikan lewat diskusi maupun di media sosialnya.

"Jika penangkapan benih lobster secara besar-besaran terus dilakukan lama-lama ekosistem akan habis. Nanti sama seperti bawang putih, seperti beras, dijual murah. Tapi (kemudian) kita harus impor,” kata Susi Pudjiastuti dalam webinar 'Telaah Kebijakan Ekspor Benih Lobster' yang diselenggarakan PBNU, Kamis (23/7/2020).

“Bener kita harus ekspor bibitnya?? Apa tidak lebih baik tunggu besar dan jual dengan harga lebih dari 30xnya???” tanya Susi Pudjiastuti di akun Twitternya pada 14 Desember 2019.

“Nikel adalah SDA yang tidak renewable/ yang bisa habis. Lobster adalah SDA yang renewable, yang bisa terus ada dan banyak kalau kita jaga!!!!! Menteri Edhy samakan Kebijakan Ekspor Benih Lobster dengan Nikel,” ujar Susi di Twitternya.

“Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menuai bibitnya; dengan harga seperatusnyapun tidak. Astaghfirullah, karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikat dari Nya,” tulis susi di Twitternya (10/12/2019).

"Di Pangandaran dulu (produksi) lobster 2 ton, ikan 30 ton sehari. (Sekarang) di tengah laut ikannya diambilin, bibit lobsternya diambilin, ya hilang. Kita mau ke mana?" kata Susi Pudjiastuti sambil mengusap air matanya. Ia menyampaikan hal ini dalam diskusi 'Rembug Nasional Muhammadiyah: Ancaman Atas Kedaulatan Sumber Daya Laut', pada Jumat 24 Juli 2020.

Penulis : Sadryna-Evanalia

Sumber : Kompas TV


TERBARU