> >

[FULL] Sri Mulyani: Isi Pertemuan G20 Berfokus Terhadap Pemulihan Ekonomi Global

Cerita indonesia | 23 November 2020, 11:51 WIB

BOGOR, KOMPAS.TV – Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan sejumlah hal yang dibahas dalam pertemuan G20 pada 21 dan 22 November lalu.

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 telah membuat semua negara mengalami kontraksi ekonomi.

Oleh karena itu, selain membicarakan soal penanganan Covid-19, pertemuan G20 juga lebih berfokus untuk memulihkan ekonomi global.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pada kuartal ke III tahun 2020, ekonomi negara-negara anggota G20 sudah mulai mengalami perbaikan.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ini baru merupakan tahap awal dan masih rapuh.

Hal ini ia sampaikan setelah mengahdiri KTT G20 yang dipimpin oleh Arab Saudi 

“Meskipun pada kuartal ke III, banyak perekonomian di negara G20 sudah menunjukkan adanya pembalikan. Namun itu masih sangat awal dan masih sangat rapuh”, ungkap Sri Mulyani usai pertemuan KTT G20 secara online di Istana Bogor, yang disiarkan dalam akun Youtube Sekretariat Presiden (21/11).

Baca Juga: Sri Mulyani : 46 Negara Miskin Bisa Cicil Utang Hingga Pertengahan 2021

Selain itu, pertemuan G20 juga membahas tentang relaksasi utang bagi negara-negara miskin  melalui program DSSI (Debt Service Suspension Initiative).

DSSI diberikan sebagai inisiatif untuk memberikan fasilitas relaksasi bagi pembayaran utang negara-negara miskin, demi membantu mereka  dalam menanggulangi Covid-19.

Mantan Direktur Bank Dunia ini menekankan, seluruh negara tengah melakukan kebijakan bersama-sama untuk menangani covid-19 dan memulihkan kembali ekonomi dunia. 

Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan-kebijakan khusus demi menyelamatkan perkonomian global. 

“Oleh karena itu dalam pembahasan, yang didukung oleh lembaga-lembaga multilateral seperti IMF dan Bank Dunia, menyepakati untuk memberikan relaksasi cicilan hutang, tadinya sampai akhir tahun ini, kemudian diperpanjang hingga pertengahan tahun 2021”, ungkap Sri Mulyani yang disiarkan dalam akun Youtube Sekretariat Presiden (21/11).

Baca Juga: Sri Mulyani: Tidak Akan Ada Pemulihan Ekonomi Sampai Seluruh Negara Mendapatkan Vaksin

Menteri Keuangan  mengatakan, saat ini sebanyak 46 negara dinyatakan berhak masuk mendapatkan relaksasi pembayaran utang. 

“Yaitu 46 dari 77 negara yang eligible untuk  ikut di dalam DSSI yang sudah mengajukan permintaan”, pungkasnya

Penulis : Abdur-Rahim

Sumber : Kompas TV


TERBARU