> >

Pantauan Udara Banjir di Filipina, 42 Orang Tewas

Internasional | 14 November 2020, 16:51 WIB

FILIPINA, KOMPAS.TV – Setidaknya 42 orang tewas setelah topan di sebagian besar provinsi Filipina Utara menyebabkan banjir besar. 

Dilansir dari APTN, Pasukan, polisi, penjaga pantai, dan tim tanggap bencana menyelamatkan puluhan ribu orang. 

Tak sedikit dari warga meminta bantuan melalui media sosial, sambungan radio dan televisi. 

Penjaga Pantai Filipina merilis pantauan udara kondisi Filipina yang dilanda banjir usai topan vamco melanda. 

Banjir besar melanda beberapa wilayah di antaranya Lembah Cagayan, Bendungan Magat di wilayah Provinsi Isabela.

Pada Jumat (13/11/2020) banjir telah surut dan cuaca cerah di banyak daerah.

Karena Topan Vamco bertiup ke Laut China Selatan.

Namun militer Filipina merilis, masih banyak orang-orang terjebak banjir dan tertimbun lumpur. 

Polisi nasional melaporkan bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 42 orang dengan 20 orang dilaporkan hilang.

Polisi setempat mengatakan di antara korban tewas setidaknya 12 penduduk desa yang digali dari lumpur dan tanah longsor di provinsi utara Cagayan dan Nueva Vizcaya. 
 

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV


TERBARU