> >

3 Putra Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas dalam Serangan Israel di Gaza Utara

Kompas dunia | 11 April 2024, 08:41 WIB
Warga Palestina berjalan di antara bangunan yang hancur akibat serangan udara dan darat Israel di Khan Younis, selatan Jalur Gaza, Senin, 8 April 2024. (Sumber: AP Photo/Fatima Shbair)

JAKARTA, KOMPAS TV - Tiga putra pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas dalam serangan Israel di Gaza Utara pada Rabu (10/4/2024) atau pada hari raya Idulfitri 1445 Hijriah. 

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (11/4/2024), Haniyeh membenarkan kabar tersebut. Ketiga anaknya itu bernama Hazem, Amir dan Mohammad. 

Ketiganya tewas saat Haniyeh mengunjungi kerabatnya untuk silaturahmi pada Idulfitri di kamp pengungsi Shati.

Baca Juga: Nestapa Konflik di Palestina, Warga Gaza Sambut Idulfitri di Tengah Perang Israel-Hamas

“Melalui darah para martir dan penderitaan mereka yang terluka, kami menciptakan harapan, kami menciptakan masa depan, kami menciptakan kemerdekaan dan kebebasan bagi rakyat dan bangsa kami,” kata Haniyeh. 

Haniyeh menyebut, akibat serangan yang dilancarkan Israel selama ini, sekitar 60 anggota keluarganya, termasuk keponakannya, dan keponakan laki-lakinya, telah terbunuh.

“Tidak ada keraguan bahwa musuh kriminal ini didorong oleh semangat balas dendam dan semangat pembunuhan serta pertumpahan darah, dan tidak mematuhi standar atau hukum apa pun,” kata Haniyeh.

“Kami telah melihatnya melanggar segalanya di tanah Gaza. Ada perang pembersihan etnis dan genosida. Terjadi perpindahan massal.”

Haniyeh mengatakan serangan terhadap keluarganya adalah bukti kegagalan Israel dalam menghadapi pejuang Palestina di Gaza. 

Dia menekankan bahwa Hamas tidak akan menarik tuntutannya, termasuk gencatan senjata permanen dan pemulangan warga Palestina yang telantar ke rumah mereka.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Al Jazeera


TERBARU