> >

PM Israel Netanyahu Hari Minggu Jalani Operasi Hernia, Dituntut Terbuka soal Kesehatannya

Kompas dunia | 1 April 2024, 07:16 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjalani operasi hernia hari Minggu, 31/3/2024, waktu Yerusalem, seperti diumumkan oleh kantor perdana menteri negara tersebut. (Sumber: Times of Israel)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjalani operasi hernia hari Minggu ( 31/3/2024), waktu Yerusalem, seperti diumumkan  kantor perdana menteri negara tersebut.

Menurut Kantor Perdana Menteri, hernia tersebut ditemukan selama pemeriksaan rutin pada Sabtu malam. Kantor Netanyahu tidak menyebutkan di mana tepatnya hernia itu ditemukan dalam tubuh, meskipun hernia paling umum terjadi di daerah perut dan pinggul.

Netanyahu menjalani anestesi atau bius total, dan dalam keadaan tertidur penuh serta tidak sadar selama operasi hernia tersebut.

Menteri Kehakiman Yariv Levin, seorang sahabat dekat yang juga memegang jabatan wakil perdana menteri, akan bertindak sebagai perdana menteri sementara selama operasi, demikian yang diumumkan oleh kantor tersebut.

Netanyahu, 74 tahun, menjalani jadwal penuh sepanjang hampir enam bulan perang Israel melawan Hamas, dan dokter-dokternya mengklaim Netanyahu kesehatannya baik.

Namun tahun lalu dokter mengakui bahwa Netanyahu menyembunyikan masalah jantung yang sudah diketahui sejak lama setelah mereka memasang alat pacu jantung.

Netanyahu  menjalani operasi hernia  di Rumah Sakit Hadassah Ein Kerem di Yerusalem.

Seorang pejabat di Kantor Perdana Menteri mengatakan pada Minggu sore bahwa perdana menteri merasa baik-baik saja dan mengikuti jadwal yang direncanakannya, yang mencakup pertemuan dengan keluarga tentara IDF wanita yang ditahan di Gaza, serta pertemuan kabinet perang.

Baca Juga: Netanyahu Ungkap Israel Akan Kembali Berunding soal Gencatan Senjata dengan Hamas

PM sementara Israel, Yariv Levin, kiri, bersama Benjamin Netanyahu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjalani operasi hernia hari Minggu, 31/3/2024, waktu Yerusalem, seperti diumumkan oleh kantor perdana menteri negara tersebut. (Sumber: Getty / CNN)

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Times of Israel / Associated Press


TERBARU