> >

Serangan Drone Israel Lukai Pengamat PBB, Militer Zionis Tolak Bertanggung Jawab

Kompas dunia | 31 Maret 2024, 08:32 WIB
Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. (Sumber: AP Photo/Hussein Malla, File)

RMEISH, KOMPAS.TV - Tiga pengamat PBB terluka karena ledakan yang disebabkan serangan drone Israel di Rmeish, Lebanon.

Menurut misi penjaga perdamaian PBB, selain ketiga pengamat PBB, seorang penerjemah juga terluka.

Kantor Berita Lebanon mengungkapkan serangan drone Israel berada di belakang ledakan yang terjadi Sabtu (30/3/2024).

Baca Juga: Pelapor Khusus PBB Simpulkan Israel Lakukan Genosida di Gaza, AS Membantah

Namun, militer Israel menolak bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Dikutip dari BBC, misi PBB UNIFIL mengatakan mereka yang terluka telah mendapat perawatan, dan tengah menyelidiki asal ledakan.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya tensi di perbatasan Israel dan Lebanon.

Pada pernyataannya, UNIFIL mengatakan sebuah peluru meledak di dekat kelompok yang tengah melakukan patroli jalan kaki di sepanjang Garis Biru demarkasi PBB, yang memisahkan Lebanon selatan dari Israel.

UNIFIL menggambarkan serangan yang menargetkan petugas penjaga perdamaian tak bisa diterima.

Juru Bicara UNIFIL Andrea Tenenti mengatakan bahwa lokasi yang masuk ke dalam Lebanon semakin sering dipilih sebagai target serangan.

Penulis : Haryo Jati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : BBC


TERBARU