> >

Ahli Bedah AS Transplantasikan Ginjal Babi ke Manusia untuk Pertama Kalinya

Kompas dunia | 22 Maret 2024, 07:45 WIB
Perawat Melissa Mattola-Kiatos mengeluarkan ginjal babi dari kotaknya untuk persiapan transplantasi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Sabtu, 16 Maret 2024, di Boston, Amerika Serikat. (Sumber: Rumah Sakit Umum Massachusetts via AP.)

NEW YORK, KOMPAS.TV — Para dokter di Boston mentransplantasikan ginjal babi kepada seorang pria berusia 62 tahun. Peristiwa ini merupakan percobaan terbaru dalam upaya menggunakan organ hewan pada manusia.

Rumah Sakit Umum Massachusetts menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya ginjal babi yang dimodifikasi secara genetik ditransplantasikan kepada manusia hidup, Kamis (21/3/2024).

Sebelumnya, ginjal babi pernah ditransplantasikan sementara ke orang yang otaknya sudah mati. Selain itu, dua orang pria pernah menerima transplantasi jantung dari babi, meski keduanya meninggal beberapa bulan kemudian.

Pasien yang menerima transplantasi ginjal babi itu bernama Richard “Rick” Slayman dari Weymouth, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Dia telah pulih setelah melakukan operasi pada Sabtu lalu dan diperkirakan akan segera diperbolehkan pulang, kata dokter yang menanganinya pada Kamis.

Tatsuo Kawai, ahli bedah transplantasi, mengatakan tim yakin ginjal babi akan berfungsi setidaknya selama dua tahun. Jika gagal, Slayman dapat kembali menjalani dialisis, kata spesialis ginjal Dr. Winfred Williams. Dia mencatat bahwa tidak seperti penerima jantung babi yang sudah dalam kondisi sakit parah, Slayman sebenarnya cukup kuat.

Baca Juga: Garuda Kerja Sama dengan RS Persahabatan, Angkut Organ Tubuh Manusia untuk Transplantasi

Slayman menjalani transplantasi ginjal di rumah sakit pada tahun 2018, tetapi harus kembali menjalani cuci darah tahun lalu karena menunjukkan tanda-tanda kegagalan. Ketika komplikasi dialisis muncul dan memerlukan prosedur yang sering, dokternya menyarankan transplantasi ginjal babi, katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh rumah sakit.

“Saya melihatnya bukan hanya sebagai cara untuk membantu saya, namun juga sebagai cara untuk memberikan harapan bagi ribuan orang yang membutuhkan transplantasi untuk bertahan hidup,” kata Slayman, yang berprofesi sebagai manajer sistem di Departemen Transportasi Massachusetts.

Operasi transplantasi memakan waktu empat jam, dengan 15 orang di ruang operasi. Mereka bertepuk tangan ketika ginjal berubah warna menjadi merah muda dan mulai mengeluarkan air seni, kata dokter pada konferensi pers. “Itu benar-benar ginjal terindah yang pernah saya lihat,” kata Kawai seperti dikutip dari The Associated Press.

Parsia Vagefi, kepala bedah transplantasi di UT Southwestern Medical Center, menyebut pengumuman tersebut sebagai “langkah maju yang besar”. Namun senada dengan para dokter di Boston, ia mengatakan penelitian ini membutuhkan lebih banyak pasien agar prosedur yang sama dapat tersedia secara umum. 

Penulis : Tussie Ayu Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU