> >

Barat pun Goyah, Kini 26 dari 27 Negara Anggota Uni Eropa Desak Jeda Kemanusiaan Segera di Gaza

Kompas dunia | 20 Februari 2024, 07:21 WIB
Sebanyak 26 dari 27 negara anggota Uni Eropa meminta Israel lakukan "jeda kemanusiaan segera yang akan membawa pada gencatan senjata yang berkelanjutan" di Gaza, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, Senin (19/2/2024). (Sumber: AP Photo)

LONDON, KOMPAS.TV - Sebanyak 26 dari 27 negara anggota Uni Eropa meminta Israel melakukan "jeda kemanusiaan segera yang akan membawa pada gencatan senjata yang berkelanjutan" di Gaza. Hal ini diungkapkan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, Senin (19/2/2024).

Dalam konferensi pers di Brussels, Borrell menyatakan 26 negara anggota juga mengulangi dukungan mereka terhadap pernyataan sebelumnya yang mendesak pemerintah Israel untuk menahan diri dari melancarkan operasi militer terhadap Rafah, sebuah kota "tempat perlindungan terakhir" di selatan Gaza.

Borrell tidak menyebutkan negara Uni Eropa yang tidak setuju, tetapi beberapa hari yang lalu, Hungaria menghalangi pernyataan serupa.

Sebanyak 1,5 juta warga Palestina yang sebelumnya diungsikan akibat serangan Israel di Gaza kini berada di Rafah, mencari perlindungan dari serbuan brutal Israel.

Rencana Israel untuk melancarkan serangan terhadap kota tersebut telah menimbulkan keprihatinan internasional, dengan banyak negara yang mendesak negara Zionis itu menahan diri atau membatalkan operasi tersebut.

Negara-negara anggota Uni Eropa mendesak "jeda kemanusiaan segera yang akan membawa pada gencatan senjata yang berkelanjutan, pembebasan tawanan tanpa syarat, dan pemberian bantuan kemanusiaan,"

Baca Juga: Rekaman Suara Terakhir Hind Rajab, Anak Gaza yang Dibunuh Israel di Dalam Mobil Bersama Kerabatnya

Ratusan ribu warga Spanyol hari Sabtu (20/1/2024) menggelar protes dan unjuk rasa menentang serangan Israel di Jalur Gaza.  Sebanyak 26 dari 27 negara anggota Uni Eropa meminta Israel lakukan "jeda kemanusiaan segera yang akan membawa pada gencatan senjata yang berkelanjutan" di Gaza, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, hari Senin, (19/2/2024). (Sumber: AP Photo)

Selain itu, Uni Eropa meminta Israel "untuk tidak melakukan tindakan militer di Rafah karena akan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat buruk hingga menghalangi penyediaan layanan dasar dan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan," jelas Borrell.

Borrell juga menegaskan bahwa Uni Eropa sedang meneliti langkah-langkah efektif "terhadap para pemukim ekstremis yang secara sembarangan menyerang warga sipil Palestina di Tepi Barat."

Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober. Serangan Israel di Gaza telah membunuh lebih dari 29.000 orang dan melukai lebih dari 69.000 orang serta menghancurkan berbagai fasilitas.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Anadolu


TERBARU