> >

Hamas Semprot UNRWA yang Pecat Stafnya: Jangan Termakan Ancaman Israel

Kompas dunia | 28 Januari 2024, 10:04 WIB
Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina UNRWA hari Senin, (30/10/2023) berduka atas 63 anggota stafnya yang tewas di Gaza akibat serangan Israel sejak tanggal 7 Oktober. (Sumber: UNRWA)

GAZA, KOMPAS.TV - Hamas semprot Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang pecat stafnya usai dituduh bantu serangan mereka ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu.

UNRWA menegaskan telah melakukan investigasi setelah Israel menuduh keterlibatan sejumlah staf UNRWA dalam aksi Hamas ke Israel pada awal Oktober tahun lalu itu.

Serangan Hamas itu dilaporkan telah membunuh sekitar 1.200 orang, dan memicu serangan balasan Israel, yang berpotensi genosida di Gaza.

Baca Juga: Wapres Maruf Amin Kecam Dalih Israel Serang Gaza karena Hamas Teroris: Itu Memang Mantra Zionis

"Kami meminta PBB dan organsiasi internasional untuk tidak tunduk dari ancaman dan pemerasan Israel,” bunyi pernyataan kantor pers Hamas pada postingan di Telegram dikutip dari Al-Jazeera, Sabtu (27/1/2024).

UNRWA dilaporkan telah memecat sejumlah pegawainya, Jumat (26/1), karena dianggap terlibat dalam serangan Hamas ke Israel.

“Otoritas Israel telah memberikan UNRWA informasi atas tuduhan keterlibatan sejumlah staf UNRWA pada serangan mengerikan ke Israel pada Oktober,” kata Komisari Jenderal UNRWA Philippe Lazarini.

“Untuk melindungi kemampuan agensi memberikan bantuan kemanusiaan, saya mengambil keputusan segera menghentikan kontrak satf ini dan meluncurkan investigasi demi menetapkan kebenaran tanpa penuindaan,” lanjutnya.

Sementara itu Otoritas Palestina melalui Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein al-Sheikh mengecam keputusan negara Barat yang menghentikan bantuan untuk UNRWA.

Ia mengatakan keputusan negara-negara tersebut mengandung risiko bantuan politik dan kemanusiaan yang besar.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : Al-Jazeera


TERBARU