> >

Militer Ekuador Janjikan Lindungi Warga Sipil dari Gangster Narkoba, Bakal Ada Serangan Balik

Kompas dunia | 12 Januari 2024, 11:06 WIB
Tentara Ekuador berpatroli di kompleks gedung pemerintahan di Quito, Selasa (9/1/2024). (Sumber: Dolores Ochoa/Associated Press)

QUITO, KOMPAS.TV - Militer Ekuador berjanji melindungi warga sipil dari gangster narkoba, dan menegaskan akan melakukan serangan balik.

Kekerasan meningkat di Ekuador setelah Presiden Ekuador Daniel Noboa mengumumkan darurat negara setelah pemimpin kartel narkoba terbesar di negara itu, Adolfo Macias kabur dari penjara.

Hal itu kemudian memicu serangan gangster narkoba ke stasiun TV Guayaquil dan sempat menyandera jurnalis dan staf, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga: 2 Jurnalis Palestina yang Tewas karena Serangan Israel Dituduh Teroris, Keluarga Mengamuk

Kerusuhan juga terjadi di sejumlah penjara Ekuador dan sekitar 178 penjaga penjara dan pekerja lainnya masih disandera oleh narapidana yang berkaitan dengan gangster narkoba.

Presiden Noboa pun mengumumkan bahwa negaranya tengah mengalami konflik internal bersenjata.

Juru Bicara Angkatan Laut Ekuador Marcelo Gutierrez menegaskan pihaknya bakal melakukan serangan balik dan tak akan pernah mundur.

“Para penjahat ini bisa yakin bahwa kami tak akan ragu sedetik pun dalam melindungi warga kami,” kata Gutierrez dikutip dari The Guardian, Kamis (11/1/2024).

“Jika kami harus menyerahkan nyawa untuk membela rakyat, kami akan melakukan itu,” ujarnya.

Gutierrez pun mengeklaim situasi di Guayaquil, yang menjadi tempat sejumlah insiden dengan gangster narkoba telah berada dalam kontrol militer.

Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti

Sumber : The Guardian


TERBARU