> >

Ekuador Rusuh karena Geng Narkoba: Sipir Ditawan Napi, Korban Jiwa Berjatuhan

Kompas dunia | 10 Januari 2024, 22:28 WIB
Tentara Ekuador berpatroli di kompleks gedung pemerintahan di Quito, Selasa (9/1/2024). (Sumber: Dolores Ochoa/Associated Press)

QUITO, KOMPAS.TV - Ekuador dilanda kekacauan usai geng narkoba meluncurkan gelombang serangan terhadap aparatur negara dan masyarakat sejak Selasa (9/1/2024). Kekacauan ini bermula dari kaburnya dua bos geng narkoba besar di negara itu, Adolfo Macias alias Fito dari Los Choneros dan Fabricio Colon Pico dari Los Lobos.

Presiden Ekuador Daniel Noboa pun menerbitkan dekrit keadaan darurat dan jam malam selama 60 hari sekaligus mengatakan bahwa negaranya sedang dalam "konflik bersenjata internal". Noboa memerintahkan militer "menetralisasi" gangster dan menetapkan 20 geng narkoba sebagai organisasi teroris.

Hingga berita ini diturunkan, belasan orang tewas akibat gelombang kekerasan yang meningkat di Ekuador. Delapan orang terbunuh dalam serangan gangster di Guayaquil dan dua polisi dibunuh di kota Nobol.

Baca Juga: Gangster Bajak Siaran Langsung Televisi, Ekuador dalam Kondisi Konflik Negara vs Geng Narkoba

Pada Rabu (10/1/2024), El Telegrafo melaporkan bahwa tiga jenazah yang terbakar ditemukan di Guayaquil. Polisi mengaku masih mendalami temuan tersebut.

Kerusuhan juga pecah di penjara-penjara Ekuador. Narapidana terkait geng narkoba menguasai penjara dan menyandera sipir.

Per Selasa (9/1), kepolisian Ekuador melaporkan setidaknya 138 sipir ditawan di enam penjara. Para napi pun mengeluarkan ancaman kepada pihak berwenang dan merusak CCTV di penjara.

Sejumlah gangster di Guayaquil juga menyerbu sebuah stasiun televisi ketika sedang siaran langsung program berita. Aksi kelompok bersenjata itu sempat tersiarkan selama sekitar 15 menit.

Aksi kekerasan di Ekuador meningkat setidaknya sejak Februari 2021 ketika 79 orang dibantai dalam kerusuhan penjara. Pada September 2021, pembantaian terburuk di penjara Ekuador terjadi dan menewaskan 116 narapidana.

Dalam kurun 2021 hingga sekarang, terjadi 18 kerusuhan di penjara Ekuador yang menewaskan lebih dari 450 orang.

Associated Press melaporkan, perselisihan antargeng di Ekuador meruncing usai pembunuhan pemimpin geng Los Choneros, Jorge Luis Zambrano alias Rasquina pada 2020 silam.

Kekerasan geng di penjara kemudian menyebar ke jalanan dan memicu aksi-aksi pembunuhan, penculikan, perampokan, dan pemerasan. Maraknya tindak kekerasan di Ekuador membuat angka pembunuhan di negara itu meningkat hingga 7.600 kasus pada 2023 dari 4.600 kasus pada 2022.

Otoritas Ekuador melaporkan bahwa sebagian geng di Ekuador memiliki hubungan dengan Kartel Sinaloa dan Kartel Jalisco New Generation di Meksiko.

Baca Juga: Tiga Politikus Dibunuh dalam Sebulan, Ekuador Disebut Alami Era Paling Berdarah

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU