> >

Israel Todong dan Telanjangi Petugas Medis Palestina, 297 Nakes Terbunuh

Kompas dunia | 14 Desember 2023, 07:00 WIB
Warga Palestina mengevakuasi korban luka akibat serangan bom Israel di Rafah, Jalur Gaza, Jumat, 1 Desember 2023. (Sumber: AP Photo/Hatem Ali)

GAZA, KOMPAS.TV - Perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Palestina, Richard Peeperkorn melaporkan bagaimana utara Jalur Gaza menjadi "zona bencana kemanusiaan" karena serangan Israel yang diluncurkan sejak 7 Oktober lalu. WHO menyorot konsekuensi-konsekuensi buruk di tengah operasi pengeboman terus-menerus oleh Israel.

Dalam waktu 66 hari, Peeperkorn menyebut sistem kesehatan Gaza yang sebelumnya bisa memenuhi indikator-indikator kesehatan "setara dengan negara tetangga" telah kolaps. Sebanyak dua per tiga dari 36 rumah sakit di Gaza dan 70 persen dari fasilitas kesehatan primer telah berhenti beroperasi.

Baca Juga: Ini Negara yang Tolak Resolusi Majelis Umum PBB Tuntut Gencatan Senjata Kemanusiaan Segera di Gaza

Peeperkorn pun melaporkan bahwa misi petugas-petugas kemanusiaan di Gaza terhalang oleh berbagai rintangan, termasuk inspeksi di pos-pos militer Israel. Peeperkorn menyebut dua petugas Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) ditahan pasukan Israel selama lebih dari satu jam, dilecehkan dan ditelanjangi.

"Staf WHO melihat salah satu dari mereka (petugas PRCS) ditodong dan dipaksa berlutut, lalu dibawa ke suatu tempat, di mana dia dilaporkan dilecehkan, dipukli, ditelanjangi, dan digeledah," demikian pernyataan WHO pada Selasa (12/12/2023).

 

Peeperkorn menyebut utara Gaza kini terlihat "seperti tanah kosong." Bahkan, penduduk di utara Gaza disebut kerap terkejut dengan kedatangan konvoi kemanusiaan.

WHO juga melaporkan bahwa fasilitas medis yang tersisa di Gaza mengalami overkapasitas dan kekurangan pasokan. Pada Senin (11/12), Israel pun menyerang bangsal bersalin di Rumah Sakit Kamal Adwan di utara Gaza dan membunuh dua ibu.

Serangan Israel telah membunuh setidaknya 18.608 jiwa di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu, sebagian besar adalah anak-anak. 

Serangan Israel juga telah membunuh 296 tenaga medis di Gaza serta setidaknya 134 staf Agensi Pekerjaan dan Pemulihan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU