> >

Aktivis Palestina Ahed Tamimi Dibebaskan Israel, Ditahan gara-gara Difitnah Menghasut Kekerasan

Kompas dunia | 30 November 2023, 20:58 WIB
Aktivis Palestina Ahed Tamimi, yang berada di tengah, dipeluk oleh seorang wanita setelah dibebaskan dari penjara oleh Israel, di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada Kamis dini hari, 30 November 2023. Mediator internasional pada Rabu bekerja untuk memperpanjang gencatan senjata di Gaza, mendorong kelompok militan Hamas untuk terus melepaskan sandera sebagai pertukaran pembebasan tahanan Palestina dan bantuan lebih lanjut dari serangan udara dan darat Israel. (Sumber: AP Photo/Nasser Nasser)

GAZA, KOMPAS.TV - Aktivis perempuan Palestina, Ahed Tamimi, dibebaskan oleh Israel pada Kamis (30/11/2023) dini hari waktu setempat.

Tamimi termasuk dalam 30 tahanan yang dibebaskan di tengah gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas.

Tamimi, yang dianggap sebagai pahlawan di Tepi Barat, ditangkap pasukan Israel awal bulan ini karena dituduh menghasut kekerasan melalui sebuah unggahan di media sosial.

Akan tetapi, hal tersebut dibantah ibunda Tamimi yang menyebut tuduhan itu fitnah dikarenakan Tamimi tidak memiliki akun Instagram di mana unggahan tersebut diduga dibuat.

Pejabat Palestina mengatakan dia dibebaskan setelah dipenjara di Penjara Damon, dekat kota Israel, Haifa.

Tamimi yang sekarang berusia 22 tahun menjadi terkenal pada 2017 ketika masih berusia 16 tahun. Saat itu, ia menampar seorang tentara Israel yang melakukan razia di desanya di Tepi Barat. 

Selama bertahun-tahun, ia bersama kawan-kawannya melakukan protes terhadap penyitaan tanah oleh Israel di daerah tersebut.

Setelah menampar tentara Israel, Tamimi dijatuhi hukuman delapan bulan penjara usai mengaku bersalah atas tuduhan yang dikurangi termasuk penyerangan.

Baca Juga: Israel Akui 2.005 Tentaranya Luka dan 28 Kritis selama Operasi Militer, yang Tewas Tidak Diumumkan

Tamimi adalah salah satu dari ribuan orang di Tepi Barat yang ditangkap dalam konflik Israel-Palestina di Gaza yang telah menewaskan hampir 15.000 warga Palestina. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press/Al Jazeera/Anadolu


TERBARU