> >

Gencatan Senjata di Gaza Masuki Hari Terakhir, Gencarnya Negosiasi Perpanjangan Bikin Ketar-Ketir

Kompas dunia | 27 November 2023, 13:02 WIB
Ibu Palestina Hiyam Qudih memasak di depan rumahnya yang hancur dibom Israel di desa Khuzaa, Khan Younis, Gaza, Minggu, (26/11/2023). Gencatan senjata Israel dan Hamas memasuki 24 jam terakhir hari Senin, (27/11/2023) dengan Hamas menyatakan kesiapan untuk memperpanjang usai melepaskan banyak sandera, sementara perantara internasional yang dipimpin Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar berusaha memperpanjang gencatan senjata. (Sumber: AP Photo)

GAZA, KOMPAS.TV - Gencatan senjata antara Israel dan Hamas memasuki 24 jam terakhir pada hari ini, Senin, (27/11/2023). Hamas menyatakan kesiapannya untuk memperpanjang gencatan senjata setelah melepaskan lebih banyak sandera, dengan perantara internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar.

Gencatan senjata sejak hari Jumat menghasilkan pembebasan puluhan sandera warga Israel dan warga Palestina. Perhatian sekarang beralih ke apakah gencatan senjata akan diperpanjang sebelum berakhir sesuai jadwal pada dini hari Selasa, (28/11/2023)

Para perantara internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar berusaha memperpanjang gencatan senjata, seperti laporan Associated Press, Senin, (27/11/2023). Ini adalah jeda signifikan pertama dalam tujuh minggu perang, yang ditandai oleh kekerasan Israel yang paling mematikan dalam beberapa dekade.

Hamas untuk pertama kalinya mengatakan akan mencoba memperpanjang kesepakatan dengan berusaha melepaskan jumlah sandera yang lebih besar.

Sumber Hamas yang memilih anonim memberi tahu France24, mereka sudah memberi tahu para mediator bahwa mereka bersedia memperpanjangnya selama "dua hingga empat hari".

"Perlawanan meyakini adalah mungkin untuk memastikan pembebasan 20 hingga 40 tahanan Israel" dalam kurun waktu itu, kata sumber yang dekat dengan gerakan tersebut.

PM Israel Benyamin Netanyahu seperti laporan Associated Press menyatakan sudah berbicara dengan presiden AS Joe Biden dan mengulangi tawarannya untuk memperpanjang gencatan senjata selama satu hari tambahan untuk setiap 10 sandera yang dilepaskan oleh Hamas. Tetapi ia menegaskan Israel akan melanjutkan serangan "dengan seluruh kekuatan" setelah gencatan senjata berakhir.

Joe Biden di Washington hari Minggu, (26/11/2023) menegaskan prioritas utama tetap membebaskan sandera, “Itu adalah tujuan saya, itu adalah tujuan kita, untuk mempertahankan jeda ini melewati hari esok agar kita dapat terus melihat lebih banyak sandera keluar dan menyuntikkan lebih banyak bantuan kemanusiaan kepada mereka yang membutuhkan di Gaza,” katanya. Dia  menegaskan  ingin pertempuran dihentikan “selama sandera terus dilepas.”

Baca Juga: Buka R20, Jokowi Desak Gencatan Senjata di Palestina: Pembantaian Terang-terangan Harus Dihentikan

Tank Israel di Gaza, Minggu, (26/11/2023). Gencatan senjata Israel dan Hamas memasuki 24 jam terakhir hari Senin, (27/11/2023) dengan Hamas menyatakan kesiapan untuk memperpanjang usai melepaskan banyak sandera, sementara perantara internasional yang dipimpin Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar berusaha memperpanjang gencatan senjata. (Sumber: AP Photo)

"Saya merasa semua pihak di wilayah ini mencari cara untuk mengakhiri ini sehingga semua sandera dibebaskan dan Hamas benar-benar tidak lagi mengendalikan Gaza." kata Biden.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Assoiciated Press / France24


TERBARU