> >

AS Terus Kirim Senjata ke Tel Aviv, Pentagon: Kami Tak Batasi Penggunaannya, Terserah Militer Israel

Kompas dunia | 31 Oktober 2023, 17:05 WIB
Pentagon terus mengirimkan senjata hampir setiap hari ke Israel, kata wakil juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, Senin (30/10/2023). "Kami tidak memberlakukan batasan pada bagaimana Israel menggunakan senjata," kata Singh. "Itu benar-benar tergantung pada militer Israel digunakan untuk apa dan bagaimana mereka akan melakukan operasi mereka." (Sumber: Pentagon)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Pentagon terus mengirimkan pengiriman senjata hampir setiap hari ke Israel, kata wakil juru bicara Pentagon, Sabrina Singh kepada wartawan, Senin (30/10/2023).

Meskipun jumlah korban warga sipil terus meningkat, Pentagon tidak membatasi penggunaan senjata yang dikirimkannya untuk Israel. 

"Kami tidak memberlakukan batasan pada bagaimana Israel menggunakan senjata," kata Singh.

"Itu benar-benar tergantung pada militer Israel digunakan untuk apa dan bagaimana mereka akan melakukan operasi mereka," ujarnya, seperti dilaporkan Associated Press, Selasa (31/10/2023).

Singh tidak menjawab pertanyaan apakah ada kekhawatiran di dalam Pentagon tentang apakah senjata digunakan untuk melanggar hak asasi manusia (HAM) seperti membantai warga sipil. Tetapi Singh mengatakan Menteri Pertahanan Lloyd Austin secara teratur menekankan perlunya Israel untuk mengikuti hukum konflik bersenjata dan menghindari sebanyak mungkin korban warga sipil.

Memorandum Keamanan Nasional/NSM-18 tentang Kebijakan Transfer Senjata Konvensional Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan oleh Gedung Putih pada 23 Februari 2023 menyatakan semua keputusan mengenai kemungkinan pengiriman senjata akan diambil berdasarkan kasus per kasus. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan sejumlah hal, di antaranya adalah risiko bahwa penerima senjata mungkin akan menggunakan senjata tersebut untuk berkontribusi pada pelanggaran HAM atau hukum humaniter internasional, berdasarkan penilaian informasi yang tersedia dan keadaan yang relevan dan kapasitas serta niat penerima senjata untuk menghormati kewajiban dan komitmen internasional.

Sementara itu, di perbatasan Rafah, Jaksa Agung Pengadilan Pidana Internasional memperingatkan tentang tanggung jawab pidana dalam pemblokiran bantuan kemanusiaan ke Gaza. 

"Tidak boleh ada hambatan terhadap pasokan bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk anak-anak, perempuan dan laki-laki, warga sipil," kata Karim Khan seperti dilaporkan oleh Anadolu, Senin (30/10/2023).

Kepala Jaksa Pengadilan Pidana Internasional memperingatkan tentang tanggung jawab pidana dalam pemblokiran bantuan kemanusiaan ke Gaza, menekankan situasi kemanusiaan yang sangat sulit ketika perang Israel-Palestina terus berlanjut.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Tegaskan Tidak Akan Setuju Gencatan Senjata, "Ini Waktunya Berperang"

Asap sisa pengeboman Israel di Gaza Selatan, Minggu (15/10/2023). Pentagon terus mengirimkan senjata hampir setiap hari ke Israel, kata wakil juru bicara Pentagon, Sabrina Singh, Senin (30/10/2023). "Kami tidak memberlakukan batasan pada bagaimana Israel menggunakan senjata," kata Singh, "Itu benar-benar tergantung pada militer Israel digunakan untuk apa dan bagaimana mereka akan melakukan operasi mereka." (Sumber: AP Photo)

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press / Anadolu


TERBARU