> >

2 Ilmuwan Pengembang Teknologi mRNA Vaksin Covid-19 Menang Nobel Kedokteran 2023

Kompas dunia | 2 Oktober 2023, 20:23 WIB
Biokimiawan Hungaria-Amerika, Katalin Kariko (kiri) dan ilmuwan kedokteran Amerika, Drew Weissman (kanan) berpose saat penyerahan hadiah Japan Prize 2022 di Tokyo, Jepang, 13 April 2022. Katalin Kariko dan Drew Weissman dianuegerahi Nobel Kedokteran 2023 di Stockholm, Swedia, Senin (2/10/2023) atas jasa mereka dalam pengembangan vaksin mRNA untuk memproduksi vaksin Covid-19. (Sumber: Eugene Hoshiko/Associated Press)

STOCKHOLM, KOMPAS.TV - Dua ilmuwan yang membantu mengembangkan teknologi vaksin mRNA untuk menghadapi Covid-19 memenangkan hadiah Nobel Kedokteran atau Nobel Fisiologi, Senin (2/10/2023). Dua ilmuwan tersebut adalah Katalin Kariko, profesor di Universitas Sagan Hungaria dan profesor tamu di Universitas Pennsylvania Amerika Serikat (AS), dan Drew Weismann, ilmuwan dari Universitas Pennsylvania AS.

Panel Nobel Kedokteran menyebut kedua ilmuwan itu dianugerahi Nobel Kedokteran atas "terobosan mereka yang secara fundamental mengubah pemahaman kita tentang bagimana mRNA berinteraksi dengan sistem imun kita."

"Para pemenang berkontribusi dalam pengembangan vaksin yang tidak terduga selama salah satu ancaman kesehatan manusia terbesar pada era modern," demikian keterangan panel Nobel Kedokteran sebagaimana dikutip Associated Press.

Baca Juga: Lindau Nobel Laureate Meetings Tahun 2023 di Jerman, Indonesia Kirim 11 Peneliti Muda

Sebelum digunakan untuk memproduksi massal vaksin Covid-19, vaksin-vaksin mRNA disebut telah diujicobakan untuk penyakit lain seperti Zika, influenza, dan rabies. Namun, kata Kariko, pandemi Covid-19 membuat teknologi ini semakin dikenal.

"Sudah ada uji coba klinis (mRNA) sebelum Covid, tetapi orang-orang tidak sadar," kata Kariko.

Sebelum pendekatan mRNA dikenal, proses pembuatan vaksin perlu menumbuhkan virus atau bagian virus terlebih dahulu dalam kumpulan sel yang besar atau dalam telur ayam. Bakal vaksin kemudian dipurifikasi sebelum dimatangkan.

Pendekatan mRNA disebut membawa proses yang lain secara radikal. Proses ini dimulai dengan penggunaan kode genetik tertentu yang memuat instruksi pembuatan protein-protein. Ilmuwan kemudian membuat kode genetik sesuai protein virus yang dituju, lalu menggunakan tubuh sebagai semacam pabrik vaksin mini.

Paul Hunter, profesor kedokteran dari Universitas Anglia Timur Inggris, menyebut vaksin mRNA sebagai "pembeda" dalam upaya menangani pandemi Covid-19. Ia pun menyebut Kariko dan Weissman patut diberi kredit usai usaha mereka menyelamatkan jutaan jiwa.

"Jika bukan karena teknologi mRNA, Covid akan menjadi lebih buruk," kata Hunter.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU