> >

Taiwan Tuding China Kirim 103 Pesawat Tempur dalam Kurun 24 Jam

Kompas dunia | 18 September 2023, 18:28 WIB
Dalam foto yang dirilis kantor berita Xinhua, sebuah jet tempur China, J-15, lepas landas dari kapal pengangkut pesawat, Shandong, dalam patroli kesiapan tempur dan latihan militer yang digelar Tentara Pembebasan Rakyat China di sekitar Pulau Taiwan, 9 April 2023. (Sumber: An Ni/Xinhua via AP)

TAIPEI, KOMPAS.TV - Militer China dilaporkan mengirim 103 pesawat tempur ke arah Taiwan dalam kurun 24 jam. Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut deretan penerbangan militer China pada Minggu (17/9/2023) hingga Senin (18/9) tersebut memecahkan rekor belakangan ini.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan, sebanyak 103 pesawat tempur China dideteksi antara Minggu (17/9) pukul 06.00 waktu setempat hingga Senin (18/9) pukul 06.00 waktu setempat. Seperti biasanya, pesawat-pesawat China segera putar balik di ambang perbatasan Taiwan.

Baca Juga: Elon Musk Bikin Taiwan Ngamuk Usai Disebut Bagian dari China, Langsung Dibalas

Militer China diketahui kerap menerbangkan pesawat tempur ke Taiwan sehari-harinya. Namun, pesawat yang diterjunkan umumnya berjumlah lebih kecil.

Di antara 103 pesawat itu, lebih dari 30 di antaranya adalah jet tempur. Taiwan juga melaporkan terdapat sembilan kapal perang China di dekat wilayahnya dalam kurun yang sama.

Otoritas Taiwan menyebut tindakan China mengirim pesawat tempur merupakan bentuk "perisakan." Taiwan menyebut aksi China dapat meningkatkan eskalasi situasi antara keduanya.

"Kami mendesak otoritas Beijing bertanggung jawab dan menghentikan aktivitas militer yang destruktif seperti itu," demikian keterangan Kementerian Pertahanan Taiwan, dikutip Associated Press.

Pemerintah China mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Pemerintahan Xi Jinping kerap menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan seiring memanasnya tensi antara kedua pihak.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan, 40 pesawat tempur China yang diterbangkan pada Minggu (17/9) dan Senin (18/9) melintasi garis tengah simbolis antara Taiwan dan China.

Akan tetapi, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, membantah anggapan tersebut. Mao menegaskan "garis tengah" itu tidak ada karena Taiwan adalah bagian dari China.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU