> >

Bakal Dihadiri Jokowi, KTT BRICS Bahas Penguatan Mata Uang Nasional dalam Perdagangan

Kompas dunia | 21 Agustus 2023, 23:40 WIB
Dalam foto yang dirilis Dinas Pers Kementerian Luar Negeri Rusia tampak Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur di Jakarta, Jumat, 14 Juli 2023. Lavrov menyebut KTT BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22-24 Agustus, akan menyinggung topik peningkatan peran mata uang nasional dalam perdagangan. (Sumber: Dinas Pers Kementerian Luar Negeri Rusia via AP)

JOHANNESBURG, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22-24 Agustus 2023 akan menyinggung topik peningkatan peran mata uang nasional dalam perdagangan.

KTT BRICS sendiri akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang diundang ke acara tersebut.

Dalam wawancara kepada media Afrika Selatan, Ubuntu, Senin (21/8/2023), Lavrov menyebut KTT ini akan membahas beberapa hal terkait penguatan ekonomi multilateral.

Di antaranya adalah potensi penguatan New Development Bank dan BRICS Contingent Reserve Arrangement.

Baca Juga: Presiden Jokowi Kunjungi Afrika untuk Pertama Kalinya: Saya Bawa Spirit Bandung untuk Global South

"Prioritas (topik yang akan dibahas) termasuk penguatan potensi New Development Bank dan BRICS Contingent Reserve Arrangement, meningkatkan mekanisme pembayaran, dan meningkatkan peran mata uang-mata uang nasional dalam kesepakatan bersama," kata Lavrov.

"Direncanakan untuk berfokus pada isu-isu ini dalam KTT BRICS di Johannesburg," imbuh Lavrov, dikutip Ubuntu via TASS.

Dia menambahkan, BRICS yang hendak berekspansi tidak diniatkan untuk menggantikan mekanisme-mekanisme multilateral yang telah ada saat ini.

Ia menyebut BRICS mendukung perkembangan semua negara dan menanggalkan logika blok Perang Dingin serta zero-sum game geopolitik.

"BRICS ingin menawarkan solusi-solusi inklusif yang didasarkan pada pendekatan partisipatoris," kata Lavrov.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/TASS


TERBARU