> >

Menlu Rusia dan China Bertemu di Afrika Selatan, Ada Apa?

Kompas dunia | 31 Mei 2023, 07:02 WIB
BRICS, blok negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada 22-24 Agustus mendatang(Sumber: Sky News)

JOHANNESBURG, KOMPAS.TV - Menteri luar negeri Rusia dan China akan bertemu dengan rekan-rekan mereka dari blok ekonomi BRICS di Cape Town pada Kamis (1/6/2023). Pertemuan ini merupakan pendahuluan dari pertemuan puncak yang lebih besar di Afrika Selatan pada Agustus mendatang. Pertemuan pada bulan Agustus diperkirakan akan dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.

Afrika Selatan telah mengatakan secara eksplisit bahwa mereka tidak akan menangkap Putin, jika dia memutuskan untuk menghadiri KTT BRICS di Johannesburg. Saat ini Putin sedang berada di bawah dakwaan Mahkamah Pidana Internasional, yang memungkinkan penangkapannya ketika berada di luar Rusia.

BRICS adalah blok negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Mereka akan mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pada 22-24 Agustus mendatang. Kremlin belum mengkonfirmasi apakah Putin akan menghadiri pertemuan tersebut. Namun mereka menyatakan akan lebih memusatkan perhatian pada hubungan Afrika Selatan dengan Moskow. 

Baca Juga: BRICS Diproyeksi Salip Kencang Pertumbuhan Ekonomi G7

Ada kekhawatiran yang jelas di negara-negara Barat bahwa negara ekonomi paling maju di Afrika itu akan sejalan dengan Rusia dan menarik negara-negara berkembang lainnya untuk mendukung Rusia saat ketegangan global meningkat seperti saat ini.

Kekhawatiran itu terungkap awal bulan ini ketika duta besar AS untuk Afrika Selatan mengadakan konferensi pers di Pretoria dan menuduh negara itu memasok senjata ke Rusia untuk perang di Ukraina. 

Pemerintah Afrika Selatan membantah tuduhan tersebut, tetapi kunjungan kapal kargo Rusia ke pangkalan angkatan laut utama Afrika Selatan di dekat Cape Town pada bulan Desember sedang diselidiki.

Sementara ini Afrika Selatan belum menyatakan posisi resminya sehubungan dengan surat perintah penangkapan Putin. Namun Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan mengatakan bahwa para menteri yang hadir untuk pertemuan para menteri luar negeri BRICS hari Kamis, dan para pemimpin negara yang menghadiri pertemuan puncak pada Agustus mendatang akan mendapatkan standar kekebalan diplomatik.

Baca Juga: Indonesia Dilaporkan Segera Gabung BRICS, Pembicaraan akan Dilakukan Bulan Juni

“Tetapi hak istimewa itu tidak mengesampingkan surat perintah apa pun yang mungkin telah dikeluarkan oleh pengadilan internasional mana pun terhadap peserta konferensi mana pun,” kata juru bicara kementerian luar negeri Afrika Selatan, Clayson Monyela.

Pernyataan itu berarti surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional akan tetap berlaku jika Putin berkunjung ke Afrika Selatan pada bulan Agustus, bahkan jika Afrika Selatan kemungkinan besar tidak akan menangkapnya.

Putin belum pernah melakukan perjalanan ke negara mana pun yang merupakan bagian dari perjanjian pengadilan internasional, sejak dia didakwa pada bulan Maret atas kejahatan perang terkait penculikan anak-anak dari Ukraina.

Namun demikian KTT BRICS dapat menjadi salah satu konferensi yang paling penting dalam sejarah singkat blok itu. Dalam pertemuan BRICS mendatang, kemungkinan akan membahas dua masalah kritis: perluasan anggota BRICS dan menerima anggota baru seperti Arab Saudi, Iran dan Uni Emirat Arab; selain itu mereka kemungkinan akan mengadopsi resolusi untuk menciptakan mata uang BRICS.

Baca Juga: Menlu Rusia Klaim Belasan Negara Tertarik Gabung BRICS, Impian Moskow Saingi G7 Terwujud?

“Langkah-langkah dalam kelompok yang berisi Rusia dan China dapat dilihat sebagai tantangan ekonomi langsung ke AS," kata William Gumede, seorang profesor di School of Governance di Universitas Witwatersrand Johannesburg dan seorang analis BRICS.

"BRICS bisa terlihat sangat berbeda, dan (itu) hanya akan mengubah dinamika kekuatan dunia," kata Gumede seperti dikutip dari Associated Press.

Pejabat BRICS mengatakan pada bulan April bahwa setidaknya 19 negara – termasuk produsen minyak utama Arab Saudi, Iran dan Uni Emirat Arab – telah mendaftar untuk menjadi anggota. Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Naledi Pandor juga telah mengkonfirmasi bahwa mata uang BRICS akan dibahas dalam pertemuan mereka.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associated Press


TERBARU