> >

Mewah! Ribuan Pencari Suaka dan Tuna Wisma di New York Ditampung di Hotel

Kompas dunia | 15 Mei 2023, 09:57 WIB
Hotel Roosevelt New York yang tutup tiga tahun lalu kini akan digunakan sebagai tempat penampungan untuk pencari suaka. (Sumber: The Roosevelt Hotel.)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Hotel Roosevelt yang bersejarah dan berada di tengah kota Manhattan, kini diubah untuk menjadi tempat penampungan bagi para pencari suaka. Kebijakan pemerintah kota New York ini menimbulkan kontroversi.

Wali Kota Eric Adams mengumumkan pada Sabtu (13/5/2023) bahwa kota itu akan menggunakan 1.000 kamar di Hotel Roosevelt untuk para migran yang diperkirakan akan tiba dalam beberapa minggu mendatang. 

Hotel-hotel seperti Roosevelt yang beberapa tahun lalu digunakan untuk melayani turis, kini diubah menjadi tempat penampungan darurat. Banyak di antaranya berada di lokasi utama dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Times Square, situs peringatan World Trade Center, dan Empire State Building. 

Konstitusi mengharuskan kota untuk menyediakan tempat berlindung bagi siapa saja yang membutuhkannya.

Meski begitu, Adams mengatakan New York kehabisan ruang bagi para migran dan telah mencari bantuan keuangan dari pemerintah negara bagian dan federal.

Baca Juga: New York Tunjuk Pejabat yang Disebut “Tsar Tikus”, Demi Kurangi Populasi Musuh Nomor Satu Kota

“Kota New York sekarang telah merawat lebih dari 65.000 pencari suaka dan sudah membuka lebih dari 140 tempat penampungan darurat dan delapan pusat bantuan kemanusiaan skala besar selain yang satu ini untuk mengelola krisis nasional ini,” kata wali kota dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Associated Press.

Saat ini New York menghadapi tekanan besar untuk memperluas sistem tempat tinggal. Pemerintah kota menggunakan hotel kosong bagi mereka yang mebutuhkan tempat tinggal. Selain Hotel Roosevelt, mereka juga menggunakan Holiday Inn yang terletak di Manhattan. 

Hotel Roosevelt sebelumnya tutup pada tiga bulan lalu. Sedangkan Holiday Inn yang memiliki 50 lantai dan 500 kamar dinyatakan tutup beberapa bulan lalu.

Scott Markowitz dari Tarter Krinsky & Drogin, pengacara pemilik hotel, mengatakan pembukaan kembali karena tempat penampungan yang disponsori kota masuk akal secara finansial.

"Mereka menyewakan setiap kamar di hotel dengan harga tertentu setiap malam," kata Markowitz. Ia menambahkan bahwa itu menghasilkan pendapatan yang jauh lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh operasi normal hotel.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Associated Press


TERBARU