> >

Ritual Kuno Amazon Berujung Tragedi, Dua Orang Tewas karena Lendir Kodok Beracun

Kompas dunia | 11 Mei 2023, 15:14 WIB
Ilustrasi katak monyet. Lendir katak monyet yang beracun dilaporkan telah membuat dua orang di Australia tewas dalam ritual amazon kuno. (Sumber: Mongabay/Rhett A. Butler)

SYDNEY, KOMPAS.TV - Dua warga lokal Australia tewas setelah melakukan ritual kuno Amazon yang melibatkan kodok beracun.

Natasha Lecher tewas karena serangan jantung, sementara otoritas setempat meyakini Jarrad Antonovich tewas setelah muntah berulang kali.

Tragedi tersebut terjadi setelah mereka menggunakan kambo, lendir kodok beracun, dalam ritual Amazon kuno.

Kedua insiden tersebut terjadi di sebelah utara wilayah New South Wales, area yang terkenal dengan hutan hujan dan pantainya yang indah.

Baca Juga: Junta Militer Myanmar Rayu Penentangnya, Janjikan Hadiah Uang dan Ampunan jika Serahkan Senjata

Namun, wilayah tersebut juga dikenal sebagai tempat terapi.

Dilansir BBC, Kamis (11/5/2023), koroner saat ini tengah menyelidiki apa yang salah.

Mereka juga tengah mencari tahu apakah ada yang bisa dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama di masa depan.

Kambo adalah zat lilin yang dipanen untuk mengikis kulit katak monyet raksasa yang masih hidup.

Katak yang ditemukan di Amazon tersebut mampu mengeluarkan zat itu sebagai mekanisme pertahanan, untuk membunuh atau sebagai peringatan bagi hewan yang mencoba memangsanya.

Namun dalam upacara kambo, manusia menggunakannya untuk memicu proses detoksifikasi yang intensif.

Setelah peserta meminum lebih dari satu liter air, luka bakar tercipta di kulit mereka dan zat itu dioleskan ke luka yang terbuka.

Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : BBC


TERBARU