> >

Nasib Jenderal Penangkap Che Guevara: Dulu Dianggap Pahlawan, Kini Dimakamkan Tanpa Penghormatan

Kompas dunia | 10 Mei 2023, 15:38 WIB
Arsip. Purnawirawan jenderal Bolivia, Gary Prado, sosok yang menangkap tokoh revolusioner Ernesto Che Guevara, menunjukkan koleksi foto di rumahnya di Santa Cruz, 5 Oktober 2007. (Sumber: AP Photo, File)

SANTA CRUZ, KOMPAS.TV - Purnawirawan jenderal Bolivia, Gary Prado Salmon, sosok yang menangkap gerilyawan kiri, Ernesto "Che" Guevara dimakamkan tanpa upacara penghormatan oleh negaranya pada akhir pekan lalu. Padahal, Prado dulu dinobatkan sebagai "pahlawan nasional" usai menangkap Che.

Jenderal Gary Prado meninggal dunia pada usia 84 tahun pada Sabtu (6/5/2023) kemarin karena komplikasi ginjal. Melansir Associated Press, Rabu (10/5), ia kemudian dimakamkan di Santa Cruz, Bolivia tanpa upacara penghormatan dari militer.

Representatif pemerintahan Presiden Bolivia Luis Arce pun tidak menerbitkan pernyataan apa pun terkait kematian Prado. Angkatan Bersenjata Bolivia juga anteng.

Baca Juga: Anak Che Guevara Meninggal Dunia Mendadak saat Berkunjung ke Venezuela

Selain itu, tidak ada anggota militer yang melayat atau terlibat dalam proses pemakaman Prado. Satu-satunya pejabat publik yang melayat ke rumah duka hanyalah perwakilan pemerintah daerah.

Hal tersebut membuat keluarga Prado berang. Putra Prado, Gary Prado Arauz menyebut tiadanya penghormatan terhadap ayahnya adalah sesuatu yang "memalukan."

Ia juga menyebut permintaan komunitas veteran militer yang ingin menghormati pemakaman Prado ditolak otoritas terkait.

"Komandan militer melanggar aturan untuk memuaskan pemerintah," kata istri mendiang Prado, Maria del Carmen Morales kepada El Deber via Associated Press.

Pakar ilmu politik dari Universitas Franz amayo, Paul Coca, menyebut keengganan militer terlibat dalam pemakaman Prado karena Angkatan Bersenjata tak mau mengganggu pemerintahan.

Ia menyebut pemerintah Bolivia saat ini bersimpati dengan Che Guevara.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Eddward-S-Kennedy

Sumber : Associated Press


TERBARU