> >

Paramiliter Sudan Bertempur Lawan Militer di Ibu Kota, Klaim Rebut Istana Presiden

Kompas dunia | 15 April 2023, 20:26 WIB
Arsip. Warga Sudan berjalan melintas jalanan yang diblokade akibat demonstrasi anti-kudeta militer di Khartoum, Sudan, 4 Juli 2022. Bentrokan antara militer Sudan lawan Rapid Support Forces (RSF), organisasi paramiliter kuat di negara itu pecah pada Sabtu (15/4/2023). (Sumber: Marwan Ali/Associated Press)

KHARTOUM, KOMPAS.TV - Bentrokan antara militer Sudan lawan Rapid Support Forces (RSF), organisasi paramiliter kuat di negara itu pecah pada Sabtu (15/4/2023). Bentrok bersenjata ini meletus di ibu kota Khartoum dan dikhawatirkan memicu konflik lebih luas.

Menurut pantauan Associated Press di Khartoum, suara-suara tembakan terdengar dari berbagai penjuru kota, termasuk pusat kota dan kawasan Bahri. Militer dilaporkan sampai menerjunkan jet tempur untuk pertempuran ini.

Baca Juga: Bentrokan Antar Suku Meletus di Sudan, 14 Orang Tewas

RSF mengeklaim berhasil merebut bandara internasional dan istana kepresidenan. Organisasi paramiliter itu juga mengeklaim berhasil merebut bandara dan pangkalan militer di Merowe, sekitar 350 kilometer barat laut Khartoum.

RSF mengeklaim pertempuran disebabkan oleh tindakan militer Sudan menyerang paramiliter di selatan Khartoum. Namun, pihak militer menyebut klaim RSF "bohong" dan menuduh mereka menyerang tentara di selatan ibu kota.

Hingga berita ini diturunkan, klaim mengenai penyebab bentrokan dan wilayah yang direbut paramiliter belum bisa diverifikasi.

Tensi antara militer Sudan dan RSF sendiri memanas beberapa bulan belakangan. Kedua pihak berselisih mengenai bagaimana RSF akan diintegrasikan ke militer setelah diktator Omar Al-Bashir dilengserkan.

RSF merupakan organisasi paramiliter yang dibentuk dari janjaweed, milisi yang bertempur untuk Al-Bashir ketika konflik pecah di kawasan Darfur selama berdekade-dekade.

Baca Juga: Sudan Miliki Minuman Wajib Berbuka saat Puasa Ramadan, Terbuat dari Jagung dan Rempah-rempah

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU