> >

Militan Palestina Lakukan Penyerangan di Dalam Wilayah Israel, Tewaskan Tiga Orang

Kompas dunia | 8 April 2023, 05:35 WIB
Warga Palestina menginspeksi kerusakan akibat serangan roket Israel ke jalur Gaza, Kamis (6/4/2023). (Sumber: AP Photo/Fatima Shbai)

TEL AVIV, KOMPAS.TV - Militan Palestina melakukan sejumlah penyerangan di dalam wilayah Israel dan telah menewaskan tiga orang.

Serangan tersebut terjadi di Tel Aviv dan juga wilayah pendudukan Tepi Barat.

Selain membunuh tiga orang, serangan tersebut juga melukai enam orang lainnya.

Kedua insiden tersebut terjadi setelah terjadinya penyerangan di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Baca Juga: Moskow Tuntut Barat Hapus Hambatan Ekspor Gandum, atau Rusia Mundur dari Kesepakatan Gandum Ukraina

Ketegangan Israel-Palestina pun berlanjut setelah serangan roket ke Israel dari Lebanon, yang dibalas dengan serangan roket dari Israel ke Lebanon dan Jalur Gaza.

Puncaknya terjadinya serangan yang dilakukan pejuang Palestina di dalam wilayah Israel.

Dikutip dari Associated Press, otoritas Israel mengatakan seorang wisatawan Italia tewas, dan lima orang Italia dan Inggris lainnya terlukasetelah sebuah mobil menabrak sekelompok pelancong itu di Tel Aviv.

 

Pada insiden terpisah, dua perempuan Inggris-Israel ditembak hingga mati di pemukiman di Tepi Barat.

Ketegangan dan kekerasan di Israel dan Tepi Barat meningkatkan ketakutan akan gelombang yang lebih intens.

Apalagi dengan bersamaannya Bulan Suci Ramadan, Paskah Yahudi, dan Paskah umat Kristiani.

Baca Juga: Israel Lakukan Pengeboman Udara ke Gaza, Dilaporkan Tidak Ada Korban Jiwa

Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan ia memanggil semua pasukan cadangan di polisi perbatasan Israel, sebuah pasukan paramiliter yang biasanya dikerahkan untuk menekan kerusuhan Palestina, untuk menghadapi serangan teror.

Meningkatnya kekerasan terjadi setelah polisi Israel menyerang Masjid Al-Aqsa di awal pekan ini.

Hal itu menyebabkan kerusuhan di Yerusalem dan kemarahan di seluruh dunia Arab.

Para militan pun menembakkan rentetan roket yang luar biasa besar ke Israel dari Lebanon pada Kamis (6/4), sebuah kekerasan lintas-perbatasan terberat dan paling serius sejak perang Israel dengan militant Hizbullah Lebanon di 2006.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press


TERBARU