> >

NATO Tolak Keluhan Rusia terkait Amunisi Uranium Inggris untuk Ukraina

Kompas dunia | 24 Maret 2023, 02:15 WIB
Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg hari Kamis, (23/3/2023) menolak keluhan Rusia mengenai pengumuman Inggris yang akan mengirimkan amunisi yang mengandung uranium terdeplesi ke Ukraina. (Sumber: Defence Netherland)

EINDHOVEN, KOMPAS.TV - Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg, menolak keluhan Rusia mengenai pengumuman Inggris yang akan mengirimkan amunisi yang mengandung uranium terdeplesi ke Ukraina, Kamis (23/3/2023).

Moskow pada hari Rabu seperti laporan France24 memperingatkan akan terjadinya eskalasi yang "serius" dalam krisis Ukraina jika London memberikan peluru kendali tembus zirah tersebut kepada Kiev.

"NATO dan sekutu mengikuti aturan dan hukum internasional dalam semua dukungan mereka untuk Ukraina," kata Stoltenberg saat ditanya tentang rencana Inggris dan keluhan Rusia.

"Yang berbahaya adalah perang yang telah memakan ribuan nyawa," ujarnya pada peluncuran operasional armada pesawat pengisian bahan bakar udara NATO-EU baru di sebuah pangkalan udara Belanda.

"Yang paling penting untuk mengurangi risiko adalah agar Presiden Putin menghentikan perang."

Menteri pertahanan Inggris Annabel Goldie mengonfirmasi pada hari Senin bahwa Inggris akan menyediakan peluru uranium terdeplesi untuk Ukraina. Kepadatan logam tersebut memungkinkan peluru lebih mudah menembus baja.

Baca Juga: Ini Kata Komisi Eropa Soal Bahaya Amunisi Mengandung Uranium, tapi Inggris Tetap Kirim ke Ukraina

Menlu Inggris James Cleverly hari Rabu, (23/3/2023) mengakui akan mengirimkan amunisi berkandungan uranium kepada Ukraina untuk melawan Rusia, bantah itu nuklir (Sumber: Daily Mail)

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan penggunaannya akan menjadi "langkah menuju eskalasi lebih lanjut, dan serius".

Lavrov menambahkan bahwa itu akan "membatasi" kemampuan Ukraina untuk "menghasilkan makanan berkualitas tinggi dan tidak terkontaminasi".

Amerika Serikat pada hari Rabu menepis apa yang disebutnya argumen "orang-orangan sawah" Moskow.

Sekjen NATO mengatakan masih ada "situasi sulit" di sekitar kota garis depan Bakhmut, di mana Kiev pada Kamis mengancam serangan balik yang akan datang.

"Perang pada dasarnya tidak dapat diprediksi. Apa yang kita lihat di Bakhmut adalah pertempuran sengit dan (a) situasi yang sulit," kata Stoltenberg.

Namun dia mengatakan peralatan dan pelatihan NATO untuk Ukraina "memungkinkan mereka untuk membuat kemajuan dan keuntungan baru".

 

 

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/France24


TERBARU