> >

Bantah Culik Anak-Anak Ukraina, Rusia: Kami Kembalikan jika Situasi Aman

Krisis rusia ukraina | 21 Maret 2023, 17:10 WIB
Arsip. Seorang anak Ukraina membentangkan bendera nasionalnya di tengah aksi demonstrasi menentang invasi Rusia oleh pengungsi Ukraina di Bukares, Rumania, 23 Juli 2022. Utusan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzya membantah tuduhan bahwa negaranya menculik anak-anak Ukraina. Nebenzya mengaku Kremlin berencana mengembalikan anak-anak Ukraina jika situasi sudah aman. (Sumber: Vadim Ghirda/Associated Press)

NEW YORK, KOMPAS.TV - Utusan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vasily Nebenzya membantah tuduhan bahwa negaranya menculik anak-anak Ukraina. Nebenzya mengaku Kremlin berencana mengembalikan anak-anak Ukraina jika situasi sudah aman.

Sebelumnya, Rusia dituduh mendeportasi paksa ribuan anak-anak dari wilayah Ukraina yang diduduki pasukannya untuk diadopsi keluarga Rusia. Penyidik PBB menyebut kebijakan Moskow tersebut merupakan kejahatan perang.

"Kami ingin menghindarkan mereka dari bahaya yang mungkin timbul dari aktivitas militer. Begitulah," kata Nebenzya dalam forum di Markas PBB, Senin (20/3/2023) dikutip TASS.

Baca Juga: Dikunjungi Xi Jinping, Vladimir Putin akan Jelaskan Detail Aksi Rusia di Ukraina

Nebenzya menyebut, isu penculikan anak Ukraina oleh Rusia setelah perang terlalu dibesar-besarkan.

"Kami akan menunjukkannya di Pertemuan Formula Aria (sebuah pertemuan informal Dewan Keamanan PBB). Jika kondisinya sudah aman, tentu saja, kenapa tidak (mengembalikan anak Ukraina)," kata Nebenzya.

Isu deportasi paksa anak-anak Ukraina telah menyeret Presiden Rusia Vladimir Putin menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). ICC menduga

Putin dan Komisioner Komnas Perlindungan Anak Rusia Maria Alekseyevna Lvova-Belova melakukan kejahatan perang karena mendeportasi paksa anak-anak Ukraina ke Rusia.

Rusia sendiri mengecam surat perintah penangkapan yang diterbitkan ICC dan enggan menyerahkan Putin. Moskow merupakan salah satu negara yang tidak mengakui yurisdiksi ICC.

Baca Juga: Mahkamah Pidana Internasional Minta Uang untuk Buru Penjahat Perang Rusia

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : TASS


TERBARU