> >

Mantan Pasukan Khusus Australia Ditangkap Polisi, Diduga Terlibat Kejahatan Perang di Afghanistan

Kompas dunia | 20 Maret 2023, 21:21 WIB
Foto arsip. Seorang tentara Australia bernama Mark Larter yang tergabung dalam Pasukan Asisten Keamanan Internasional (ISAF) melakukan patroli di Kabul, Afghanistan, Kamis, 25 Desember 2008. (Sumber: AP Photo/Musadeq Sadeq)

 

SYDNEY, KOMPAS.TV - Seorang mantan personel pasukan khusus Resimen Pelayanan Udara Khusus Australia (SAS) ditangkap polisi di rumahnya di negara bagian New South Wales. Pria itu disangka melakukan kejahatan perang ketika bertugas di Afghansistan.

"Yang bersangkutan diduga membunuh seorang pria Afghanistan ketika diterjunkan ke Afghanistan," demikian bunyi pernyataan kepolisian New South Wales, dilansir Associated Press, Senin (20/3/2023).

Baca Juga: Serangan Bom Warnai Acara Penghargaan Pers Afghanistan, 1 Tewas 8 Luka

Personel SAS bernama Oliver Schulz tersebut merupakan salah satu dari 19 personel SAS yang diduga melakukan kejahatan perang di Afghanistan antara 2005-2016. 

Dugaan kejahatan perang ini ditindaklanjuti Australia usai investigasi militer menemukan bukti bahwa tentara Australia membunuh setidaknya 39 tahanan, warga sipil, dan petani Afghanistan. Investigasi tersebut merekomendasikan 19 personel untuk disidik.

Sebelumnya, televisi ABC melaporkan bahwa Schulz membunuh seorang pria di ladang gandum di Provinsi Uruzgan, Afghanistan pada 2012 silam.

ABC menampilkan rekaman kamera helm yang disebut berasal dari Schulz.

Atas kasus pembunuhan ini, Schulz berpotensi dihukum seumur hidup jika divonis bersalah. Mantan tentara berusia 41 tahun itu disebut akan dihadapkan ke pengadilan di Sydney dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: Bersama di AUKUS, Australia Malah Tak Bakal Bantu AS Terkait Potensi Perang di Taiwan
 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press


TERBARU