> >

Dicari Mahkamah Pidana Internasional, Vladimir Putin Tetap Jalan-Jalan ke Mariupol

Kompas dunia | 19 Maret 2023, 16:48 WIB
Ilustrasi. Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menyambangi kota Mariupol, selatan Ukraina, yang kini diduduki pasukan Rusia, Minggu (19/3/2023). Putin mengunjungi Mariupol ketika Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tengah memburunya melalui surat perintah penangkapan yang diterbitkan pada Jumat (17/3/2023) lalu. (Sumber: Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

MARIUPOL, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menyambangi kota Mariupol, selatan Ukraina, Minggu (19/3/2023), yang kini diduduki pasukan Rusia.

Putin mengunjungi Mariupol ketika Mahkamah Pidana Internasional (ICC) tengah memburunya melalui surat perintah penangkapan yang diterbitkan pada Jumat (17/3/2023) lalu.

ICC menuduh Putin terlibat dalam dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

Organisasi antarpemerintah itu pun hendak menyeret Putin untuk diadili di Den Haag.

Baca Juga: Terancam Ditangkap atas Tuduhan Kejahatan Perang, Putin Malah Jalan-Jalan ke Krimea, Ngapain?

Menurut laporan kantor berita Rusia, RIA via Associated Press, Putin tiba di Mariupol menggunakan helikopter.

Sehari sebelumnya, Putin mengunjungi Krimea dalam peringatan sembilan tahun aneksasi provinsi tersebut oleh Rusia.

Putin dilaporkan bepergian ke "situs-situs bersejarah" di Mariupol, pusat kebudayaan, dan pantai.

Presiden Rusia itu juga disebut bertemu dengan warga setempat di Distrik Nevskyi, Mariupol.

Rusia berniat mencaplok Mariupol sebagai bagian dari wilayahnya.

Wakil Perdana Menteri Rusia, Marat Khsunulin menyebut pendudukan pemerintah berencana merampungkan rekonstruksi Mariupol pada akhir 2023.

"Orang-orang mulai kembali. Ketika mereka melihat rekonstruksi sedang berlangsung, orang-orang datang sendiri," kata Khusnulin.

Mariupol menjadi lokasi pertempuran sengit pasukan Rusia dan Ukraina selama berbulan-bulan.

Kota pelabuhan ini pun hancur dan ditinggalkan ratusan ribu penduduknya.

Ketika Rusia menguasai Mariupol pada Mei 2022 lalu, diperkirakan terdapat 100.000 penduduk yang tinggal.

Sebelum perang, penduduk Mariupol mencapai 450.000 jiwa.

Kota Mariupol pun menjadi tempat dua insiden dugaan kejahatan perang Rusia yang ramai disorot komunitas internasional.

Pada 9 Maret lalu, serangan udara Rusia menghancurkan sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol.

Sepekan kemudian, pasukan Rusia membombardir gedung teater yang dijadikan tempat pengungsian.

Sekitar 300-600 orang diperkirakan tewas dalam insiden pengeboman ini.

Baca Juga: Kesaksian Jurnalis Internasional Terakhir di Mariupol: Kami Diburu Rusia, Melihat Langsung Derita

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya

Sumber : Associated Press


TERBARU