> >

Geger dari Riyadh, Arab Saudi Tegaskan Tidak Mau Jual Minyak ke Negara yang Tetapkan Batas Harga

Kompas dunia | 16 Maret 2023, 02:05 WIB
Pangeran Abdulaziz bin Salman, Menteri Perminyakan Arab Saud, mengatakan pada hari Selasa, (14/3/2023) bahwa Arab Saudi tidak akan menjual minyak kepada negara mana pun yang mencoba memberlakukan batas harga pada pasokannya.

RIYADH, KOMPAS.TV - Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menyebut Arab Saudi tidak akan menjual minyak kepada negara mana pun yang mencoba memberlakukan batas harga pada pasokannya. Hal itu diungkapkannya pada Selasa (14/3/2023) seperti laporan Arab News, Rabu (15/3).

Pangeran Abdulaziz mengatakan dalam wawancara yang dipublikasikan oleh Energy Intelligence bahwa menempatkan batas atas pada harga minyak pasti akan menyebabkan ketidakstabilan pasar, dan Arab Saudi akan mengurangi produksi minyaknya.

Pangeran tersebut menambahkan bahwa kelompok negara produsen minyak OPEC+ telah berhasil membawa stabilitas dan transparansi yang signifikan ke pasar minyak, terutama dibandingkan dengan semua pasar komoditas lainnya.

"RUU NOPEC tidak mengakui pentingnya memegang kapasitas cadangan, dan konsekuensi dari tidak memegang kapasitas cadangan terhadap stabilitas pasar," katanya.

NOPEC merujuk pada Undang-Undang Anti-Kartel Produsen dan Pengekspor Minyak, sebuah RUU AS yang dapat membuat anggota OPEC+ terbuka untuk penuntutan di bawah hukum antitrust Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: China Berhasil Damaikan Arab Saudi dan Iran, Amerika Serikat Ketar-ketir Pengaruhnya Pudar

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, mengatakan pada hari Selasa bahwa Arab Saudi tidak akan menjual minyak kepada negara mana pun yang mencoba memberlakukan batas harga pada pasokannya. (Sumber: Athit Perawongmetha/Pool Photo via AP)

RUU tersebut, yang diusulkan secara berkala selama beberapa tahun, dihidupkan kembali bulan ini oleh sekelompok senator bipartisan di Washington karena kekhawatiran terus-menerus tentang harga energi yang tinggi.

Tetapi, kata Pangeran Abdulaziz, "NOPEC juga akan merusak investasi dalam kapasitas minyak dan akan menyebabkan pasokan global sangat kurang dari permintaan di masa depan. Dampaknya akan dirasakan di seluruh dunia oleh produsen dan konsumen, serta industri minyak."

Arab Saudi secara proaktif melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi menjadi 13,3 juta barel per hari pada tahun 2027.

"Pembangunan sudah dimulai, dalam tahap rekayasa, dan tambahan pertama diharapkan akan masuk ke dalam produksi pada tahun 2025," kata pangeran tersebut.

"Kapasitas cadangan dan stok darurat global adalah jaring pengaman terakhir untuk pasar minyak menghadapi guncangan potensial. Saya telah berulang kali memperingatkan bahwa pertumbuhan permintaan global akan melampaui kapasitas cadangan global saat ini, sedangkan cadangan darurat berada pada posisi terendah dalam sejarah."

 

 

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Arab News


TERBARU