> >

Semakin Terdesak Rusia, Pasukan Ukraina Disebut Ledakkan Jembatan di Arah Bakhmut

Krisis rusia ukraina | 14 Februari 2023, 20:07 WIB
Jembatan penghubung Bakhmut yang diledakkan pasukan Ukraina. Pasukan Ukraina dilaporkan meledakkan sebuah jembatan ke arah Bakhmut yang kini tengah digempur Rusia. Kendati menghancurkan infrastruktur penghubung, Ukraina menegaskan bahwa pasukannya tidak berencana mundur dari Bakhmut. (Sumber: Eastern Edition via Telegram)

KIEV, KOMPAS.TV - Pasukan Ukraina dilaporkan meledakkan sebuah jembatan ke arah Bakhmut yang kini tengah digempur Rusia. Kendati menghancurkan infrastruktur penghubung, Ukraina menegaskan bahwa pasukannya tidak berencana mundur dari Bakhmut.

Bakhmut adalah kota di Oblast (daerah setingkat provinsi) Donetsk yang menjadi titik terpanas pertempuran belakangan ini. Kota ini disebut memiliki arti strategis bagi pasukan invasi Rusia.

Menurut laporan The Guardian pada Selasa (14/2/2023), sebuah media lokal Donetsk, Eastern Edition mengunggah rekaman peledakan jembatan itu di kanal Telegram. Jembatan yang diledakkan disebut menghubungkan Bakhmut dengan Konstantivka, kota dekat front Bakhmut yang dikuasai Ukraina.

Baca Juga: Sekjen NATO Akui Ukraina Boros dalam Menggunakan Amunisi, Barat Kewalahan

Garnisun Bakhmut dilaporkan telah bertahan selama enam bulan dan diduga mulai kehabisan amunisi. Namun, pasukan Ukraina menyebut mereka tidak berencana mundur.

Selain meledakkan jembatan, pemerintah Donetsk versi Ukraina dilaporkan mulai membatasi akses jurnalis ke Bakhmut per Senin (13/2). Alasannya, Ukraina khawatir dengan masuknya pengintai Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelumnya menyatakan pihaknya yakin bisa mempertahankan Bakhmut. Namun, sekutu Zelenskyy di Amerika Serikat (AS) disebut membujuknya untuk meninggalkan kota itu dan fokus mengantisipasi serangan besar Rusia yang diduga akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rusia Sesumbar Senjatanya Makin Diminati Negara Lain setelah Dipakai Menginvasi Ukraina

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Purwanto

Sumber : The Guardian


TERBARU