> >

Korban Tewas Gempa Turki dan Suriah Melebihi 23.000, Keajaiban Tetap Ada Meski Sudah 100 Jam

Kompas dunia | 11 Februari 2023, 11:20 WIB
Keajaiban terus muncul di tengah reruntuhan gempa Turki dan Suriah. Seorang bayi berusia 10 hari ditemukan hidup di kota selatan Hatay setelah 90 jam tertimbun (Sumber: Anadolu)

HATAY, KOMPAS.TV - Korban tewas gempa Turki dan Suriah yang terjadi Senin (6/2/2023) dilaporkan telah melebihi 23.000 orang.

Menurut otoritas setempat, jumlah korban tewas di kedua negara sudah mencapai 23.831 orang.

Dilansir dari CNN, Sabtu (11/2/2023), menurut Badan Bencana Turki, jumlah korban tewas di negara tersebut mencapai 20.318 orang, dan 80.052 orang terluka.

Sedangkan di Suriah, sukarelawan organisasi Pertahanan Sipil Suriah atau Helm Putih melaporkan 3.513 orang terbunuh, termasuk 2.166 kematian di wilayah yang dikuasai pemberontrak.

Baca Juga: Mengharukan, Pria Ini Jadikan Tiga Restorannya Penampungan untuk Penyintas Gempa Turki

Meski begitu, 100 jam setelah gempa terjadi, korban selamat terus ditemukan dari reruntuhan gedung.

Di Samanda, Provinsi Hatay, selatan Turki, seorang bocah 10 tahun bernama Yagiz telah diselamatkan dari reruntuhan gedung.

Sementara itu di Kirikhan, penyelamat Jerman menyelamatkan Zeynep Kagraman 40 tahun keluar dari reruntuhan setelah lebih dari 104 jam terkubur.

“Kini saya percaya adanya keajaiban,” ujar Pemimpin Pencarian dan Penyelamatan Internasional, Steven Bayer dikutip dari The Guardian.

“Anda bisa melihat orang-orang menangis dan saling memeluk. Ini sangat melegakan bahwa perempuan itu dalam kondisi bugar. Ini jelas keajaiban,” tambahnya.

Seorang bocah 10 tahun lainnya bersama dengan ibunya juga berhasil diselamatkan di Distrik Samandag, Hatay setelah terjebak selama lebih dari 90 jam.

Sedangkan di Diyarbakir, Sebahat Varh, 32 tahun, bersama putranya, Serhat berhasil ditarik dengan selama setelah 100 jam terjebak.

Baca Juga: Baru Selesai dengan Balon Mata-Mata China, Jet Tempur AS Tembak Benda Asing di Atas Alaska

Meski begitu, harapan bakal ditemukan banyak korban selamatr mulai memudar.

Menurut para ahli, hanya hampir 6 persen korban gempa yang tak diselamatkan dalam lima hari bisa bertahan.

 

Hal itu berbanding dengan 74 persen setelah 24 jam.

Kondisi suhu yang dingin dan membeku cenderung secara signifikan mengurangi harapan bertahan hidup.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : CNN/The Guardian


TERBARU