> >

Update Gempa Turki: Korban Jiwa Tembus 4.000 Orang, Tim Rusia Tiba, Suriah Minta Bantuan PBB

Kompas dunia | 7 Februari 2023, 10:11 WIB
Korban gempa Turki dan Suriah mendapat perawatan di Rumah Sakit al-Rahma di kota Darkush, provinsi Idlib, Suriah utara, Senin, 6 Februari 2023. Korban tewas menurut Associated Press telah menembus 4.000 orang di kedua negara. (Sumber: AP Photo/Ghaith Alsayed)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada Presiden Suriah Bashar Assad melalui panggilan telepon bahwa Moskow akan mengirimkan bantuan mendesak dan mengirim petugas penyelamat untuk membantu negara yang dilanda gempa.

Baca Juga: Penjelasan USGS AS tentang Gempa Dahsyat Turki dan Suriah yang Tewaskan Ribuan Orang

Seorang pria mencari korban gempa di sebuah bangunan yang hancur di Adana, Turki, Senin, 6 Februari 2023. Gempa dengan magnitudo 7,8 mengguncang tenggara Turki dan utara Suriah pada Senin pagi. (Sumber: AP Photo/Khalil Hamra)

Militer Rusia di Suriah telah mengerahkan 10 unit berjumlah 300 orang yang mulai membersihkan puing-puing dan mencari korban selamat, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Putin hari Senin juga menyampaikan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah gempa bumi dahsyat yang mematikan di Türkiye selatan.

Dalam panggilan telepon dengan Erdogan, Putin menyatakan simpati atas kematian ratusan orang dan mengharapkan kesembuhan bagi yang terluka, kata Direktorat Komunikasi Türkiye dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan Anadolu, Senin, (6/2/2023)

“Selama panggilan telepon, Presiden Rusia Putin juga memberikan informasi tentang dukungan Rusia kepada Türkiye dalam pencarian dan penyelamatan serta bantuan bencana,” ucapnya.

Kantor berita TASS Rusia hari Selasa, (7/2/2023) melaporkan tim penyelamat EMERCOM Rusia sudah tiba di Turki untuk membantu melakukan upaya penyelamatan korban yang masih terjebak di puing-puing setelah gempa bumi.

Menurut seorang koresponden TASS, tiga pesawat Kementerian Darurat Rusia mendarat di bandara di Adana, dua Il-76 dan An-148 yang membawa lebih dari 100 anggota tim penyelamat dan dokter serta sembilan unit peralatan khusus ke zona bencana. Kelompok tersebut juga termasuk rumah sakit bergerak dari Kementerian Situasi Darurat untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Baca Juga: Fakta dan Info Penting Gempa Dahsyat di Turki dan Suriah yang Menewaskan 2.800 Orang

Warga Palestina melakukan sholat ghoib di Masjid Al Aqsa Yerusalem Timur hari Senin, (6/2/2023) untuk para korban gempa dahsyat di Turki dan Suriah hari Senin pagi, seperti laporan Anadolu. (Sumber: TRT World)

Tim Penyelamat Rusia itu dilengkapi dengan alat endoskopi canggih, radar penembus tanah, pencitra termal, perangkat pencari akustik yang memungkinkan untuk mendeteksi korban di reruntuhan pada kedalaman hingga 4,5 m, serta drone untuk memantau situasi dari udara. 

Tim Kementerian Situasi Darurat Rusia juga termasuk kru anjing untuk pengintaian di empat lokasi kerja. Mereka memiliki pengalaman dalam mencari korban di gedung-gedung yang hancur. 

Presiden Joe Biden menelepon Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin untuk menyampaikan belasungkawa. Gedung Putih dalam pernyataan mengatakan bahwa Biden menggarisbawahi "kesiapan Amerika Serikat untuk memberikan setiap dan semua bantuan yang dibutuhkan" kepada sekutu NATO-nya, Turki.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby mengatakan pemerintahan Biden mengirim 79 orang tim pencarian dan penyelamatan kota untuk mendukung upaya Turki.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU