> >

Kelompok Tentara Bayaran Wagner: Mayat Tentara Ukraina di Soledar akan Dikembalikan

Krisis rusia ukraina | 22 Januari 2023, 05:35 WIB
Kelompok militer swasta Rusia Wagner berencana untuk mengirim mayat tentara Ukraina yang tewas dalam pertempuran di kota Soledar yang direbut Rusia ke wilayah yang dikuasai Ukraina, kata pemilik Wagner di situs web yang terkait dengan pendiri kelompok itu, Yevgeny Prigozhin. (Sumber: RIA Novosti)

KIEV, KOMPAS.TV - Kelompok militer swasta Rusia Wagner berencana untuk mengirim mayat tentara Ukraina yang tewas dalam pertempuran di kota Soledar yang direbut Rusia ke wilayah yang dikuasai Ukraina.

Hal itu dijanjikan pemilik Wagner di situs web yang terkait dengan pendiri kelompok itu, Yevgeny Prigozhin, seperti yang dilaporkan Straits Times, Sabtu (21/1/2023).

Wagner mengatakan, pada 11 Januari pihaknya telah merebut Soledar. Sementara pihak berwenang yang dipasang Rusia di wilayah Donetsk timur Ukraina mengatakan, awal pekan ini mereka menguasai kota tambang garam itu, tempat pertempuran sengit terjadi.

Situs web RIA FAN - bagian dari kepemilikan media Prigozhin - mengutip seorang komandan Wagner yang mengatakan kesatuan tentara bayaran Rusia itu akan mengirim mayat dari Soledar ke wilayah yang dikuasai Ukraina dalam empat atau lima konvoi dengan total sekitar 20 truk.

Laporan tersebut tidak mengatakan berapa banyak mayat yang akan dikembalikan ke pihak berwenang Ukraina, tetapi disebutkan pasukan Ukraina menderita kekalahan besar di Soledar.

Dikatakan, Prigozhin telah menjelaskan bahwa jenazah tentara harus dikembalikan ke Ukraina dengan cara yang “bermartabat”, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang rencana pengembalian mayat tentara Ukraina.

Otoritas Ukraina mengatakan selama pertempuran untuk Soledar pasukan Rusia mengalami kerugian besar.

Baca Juga: AS akan Tetapkan Kelompok Tentara Bayaran Rusia Wagner sebagai Organisasi Kriminal

Pemimpin tentara bayaran Rusia Wagner, Yevgeny Prigozhin. Kelompok militer swasta Rusia Wagner berencana untuk mengirim mayat tentara Ukraina yang tewas dalam pertempuran di kota Soledar yang direbut Rusia ke wilayah yang dikuasai Ukraina, kata pemilik Wagner di situs web yang terkait dengan pendiri kelompok itu, Yevgeny Prigozhin. (Sumber: Sergei Ilnitsky/Pool EPA)

Prigozhin, yang sebelumnya menghindari sorotan publik dan menyangkal hubungannya dengan Wagner, mengakui pada bulan September bahwa dia mendirikan tentara bayaran, yang memainkan peran utama dalam konflik tersebut.

Dia menggambarkan Wagner sebagai kekuatan yang sepenuhnya independen dengan pesawat, tank, roket, dan artileri sendiri.

Sementara itu Amerika Serikat (AS), Sabtu (21/1/2023), mengatakan akan menetapkan kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, sebagai "organisasi kriminal transnasional".

Kelompok Wagner saat ini disebut menjadi salah satu kekuatan Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina, dengan ribuan tentaranya dikerahkan ke negara tersebut.

Gedung Putih mengungkapkan akan menjatuhkan sanksi baru kepada kelompok Wagner pada pekan depan dan jaringan yang mendukungnya.

“(Wagner) melakukan kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia di Ukraina dan tempat lainnya,” ujar juru bicara Keamanan Nasional AS, John Kirby, Jumat (20/1/2023), dikutip dari BBC.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Straits Times


TERBARU