> >

Kebakaran Besar di Kawasan Kumuh Seoul, Presiden Yoon Suk-yeol Turun Tangan, 500 Orang Dievakuasi,

Kompas dunia | 20 Januari 2023, 11:13 WIB
Pemadam kebakaran berusaha memadamkan kebakaran hebat di wilayah kumuh Desa Guryong di Seoul, Korea Selatan, Jumat (20/1/2023). (Sumber: Baek Dong-hyun/Newsis via AP)

SEOUL, KOMPAS.TV - Kebakaran besar terjadi di sebuah kawasan kumuh Seoul, Korea Selatan dan membuat 500 orang dievakuasi dari rumah mereka.

Kebakaran terjadi di Desa Guryong, daerah kumuh terakhir di Seoul, Jumat (20/1/2023).

Pejabat pemadam kebakaran Gangnam, Shin Yong-ho mengungkapkan kebakaran terjadi di distrik keempat desa itu sekitar pukul 6.28 pagi.

Penanggap pertama tiba di tempat kejadian sekitar lima menit kemudian.

Baca Juga: Terungkap, Ternyata Ini Sebab Kim Jong-Un Selalu Bawa Toilet Pribadi, Cegah Kotorannya Dicuri

Sejauh ini belum ada laporan adanya korban tewas atau terluka.

Menurut Shin seperti dilansir dari CNN, sekitar 60 rumah telah terbakar habis.

Ia menambahkan kebanyakan rumah tersebut memiliki struktur yang terbuat panel kayu lapis vinil.

Dilaporkan lebih dari 800 personel penanggap darurat termasuk pemadam kebakaran, polisi dan pekerja pemerintah telah dikerahkan untuk kebakaran ini.

Selain itu sebanyak 10 helikopter diberangkatkan untuk membantu merespons kebakaran ini.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang ada di Swiss untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia telah diberitahu atas insiden kebakaran ini.

Menurut Kantor Kepresidenan Korea Selatan, Presiden Yoon turun tangan dengan memerintahkan otoritas untuk memobilisasi semua personel dan peralatan yang diperlukan.

Presiden Yoo juga meminta pemerintah setempat untuk mengevakuasi warga dan memastikan keamanan dari pekerja penyelamat.

Otoritas sendiri telah lama memperingatkan warga Guryong bahwa mereka memiliki risiko besar terkena bencana.

Pemerintahan Gangnam dalam lamannya telah menempatkan daerah kumuh tersebut sangat rentan kebakaran pada 2019.

Baca Juga: Kementerian Luar Negeri RI Belum Terima Aduan Pelanggaran Teritorial Kapal China di Laut Natuna

Agustus lalu Desa Guryong sudah terkena banjir hebat, ketika hujan lebat menewaskan setidaknya 13 orang di Seoul.

Termasuk beberapa warga yang terperangkap di rubanah rumah.

Daerah kumuh Guryong sejak lama menjadi simbol perbedaan antara si kaya dan si miskin di Korea Selatan.

Bagian dari warga berada biasanya ada di bagian Gangnam, sedangkan Guryong menjadi wilayah kumuh yang rumahnya kebanyakan terbuat dari bahan seperti kayu atau besi bergelombang.

Penulis : Haryo Jati Editor : Iman-Firdaus

Sumber : CNN


TERBARU