> >

Xi Jinping Ungkap Perlawanan China ke Covid-19 Masuki Fase Baru, Serukan Persatuan

Kompas dunia | 1 Januari 2023, 12:46 WIB
Presiden China Xi Jinping. Xi Jinping akhirnya mengakui kebijakan nol-Covid membuat rakyat China frustasi. (Sumber: Ju Peng/Xinhua via AP)

BEIJING, KOMPAS.TV - Presiden China, Xi Jinping mengungkapkan perlawanan China ke Covid-19 telah memasuki fase baru.

Ia pun menyerukan persatuan kepada rakyat China dalam melakukan pendekatan untuk melawan pandemi.

Xi Jinping mengeluarkan komentar pertamanya ke publik mengenai Covid-19 sejak pemerintahnya mengubah arah terkait kebijakan virus Corona, tiga pekan lalu.

Ia juga melonggarkan kebijakan penguncian dan pengujian massal yang ketat.

Baca Juga: Xi Jinping sebut PDB China Tembus 120 Triliun Yuan, Terbesar Kedua Dunia

Pada pidatonya, Xi mengatakan China telah mengatasi kesulitan dan tantangan yang sebelumnya pernah terjadi dalam pertempuran melawan Covid-19.

Xi pun menegaskan kebijakannya akan dioptimalkan ketika situasi dan waktu sangat dibutuhkan.

 

“Sejak merebaknya epidemi, mayoritas kader dan massa, terutama tenaga medis, pekerja akar rumput menghadapi kesulitan dan dengan berani bertahan,” ujar Xi dilansir The Guardian, Minggu (1/1/2023).

“Saat ini pencegahan dan pengendalian wabah memasuki babak baru, masih jadi waktu perjuangan, semua orang dengan gigih bekerja keras, dan fajar sudah di depan mati. Mari bekerja lebih keras, ketekunan berarti kemenangan, dan persatuan berarti kemenangan,” lanjutnya.

Baca Juga: Putin dan Xi Jinping Berbicara via Video, Sepakat Kedua Negara akan Lebih Dekat secara Bilateral

Peralihan tiba-tiba China awal bulan ini dari kebijakan nol-covid yang telah diberlakukan negara itu selama hampir tiga tahun, menyebabkan wabah kembali melanda negara itu tanpa terkendali.

Ini juga menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas ekonomi dan kekhawatiran internasional.

Sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang dan Prancis telah memberlakukan pembatasan pada pendatang dari China.

China sendiri menegaskan akan membuka perbatasannya untuk pendatang yang masuk dan keluar dari negara itu pada 8 Januari nanti.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : The Guardian


TERBARU