> >

Janji Menteri Pertahanan Rusia di Tahun Baru: Kemenangan Rusia di Ukraina Tak Terhindarkan

Kompas dunia | 1 Januari 2023, 07:46 WIB
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. (Sumber: Vadim Savitskiy/Russian Defense Ministry Press Service via AP)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu memberikan janjinya di Tahun Baru 2023, bahwa kemenangan Rusia di Ukraina tak terhindarkan.

Hal tersebut diungkapkan Shoigu pada pesan Tahun Baru, Sabtu (31/12/2022).

Pernyataan itu dilontarkan Shoigu saat serangan Rusia ke Ukraina telah memasuki bulan ke-11.

“Di tahun mendatang, saya ingin mendoakan kesehatan yang baik, ketabahan, rekan yang dapat diandalkan dan setia kepada rekan,” katanya Shoigu dalam pidato video yang dirilis Kementerian Pertahanan dikutip dari The Moscow Times.

Baca Juga: Putin Beri Pesan Tahun Baru dengan Tentara Rusia: Moral dan Kebenaran Sejarah di Pihak Kita

“Kemenangan kita, seperti layaknya Tahun Baru, tak terhindarkan,” sambungnya.

Shoigu mengatakan, pada tahun-tahun ke depan, Rusia akan menghadapi pengadilan yang serius.

Selain itu, Tahun Baru datang pada situasi politik dan milter yang menyulitkan.

 

Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, dengan mengatakan melindungi penduduk berbahasa Rusia di timur negara itu dari dugaan genosida oleh otoritas Ukraina.

Rusia sendiri mengalami sejumlah kemunduran di sejumlah front selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Demi Tak Ganggu Anjing Laut, Kota di Inggris Batalkan Pertunjukan Kembang Api Tahun Baru

Hal itu kemudian memicu Presiden Rusia, Vladimir Putin melakukan mobiliasasi parsial dengan mengirimkan 300.000 cadangan untuk bergabung dalam pertempuran.

“Tahun yang akan datang selamanya akan memasuki sejarah militer Tanah Air, diisi dengan perbuatan abadi Anda,” katanya.

“Keberanian tanpa pamrih dan kepahlawanan dalam perang melawan neo-Nazisme serta terorisme,” tambah Shoigu.

Ia juga mengatakan akan selalu mengingat para tentara Rusia yang mengorbankan diri saat melakukan misi tempur atas nama menyelamatkan warga sipil dari genosida dan kekerasan demi hak berbicara bahasa Rusia.

Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada

Sumber : The Moscow Times


TERBARU