> >

Efek Pandemi, Remaja Australia Kesepian walau Lockdown Berakhir

Kompas dunia | 20 Desember 2022, 15:23 WIB
Ilustrasi remaja kesepian. Dampak pandemi Covid-19 membuat sebagian besar remaja Australia merasa kesepian, menurut hasil survei Headspace yang dirilis Selasa (20/12/2022). (Sumber: Freepik)

CANBERRA, KOMPAS.TV - Selepas melewati masa lockdown berbulan-bulan akibat pandemi Covid-19, banyak remaja Australia yang masih merasa kesepian, demikian hasil dari survei kesehatan mental remaja nasional dari Headspace yang dirilis Selasa (20/12/2022).

Sejumlah 60 persen remaja mengaku tak punya sahabat, sementara 62 persen merasa ditinggalkan. Itu terjadi sejak lockdown pandemi berakhir setahun lalu.

Menanggapi hasil survei lembaganya, Eksekutif Headspace Jason Trethowan mengakui, dampak pandemi memang masih terasa sampai sekarang.

"Kami menemukan banyak anak muda masih merasa terputus dari dunia dan berjuang untuk membangun kembali hubungan," kata Trethowan, Selasa (20/12), menyitat Australian Associated Press.

Baca Juga: Enggak Kenal Lelah! Burung Godwit Cetak Rekor Dunia, Terbang Nonstop Alaska ke Australia 11 Hari

Kepada para remaja yang merasa kesepian, Jason berpesan mereka tidak sendirian.

"Ada orang yang menunggu untuk membantu. Bicaralah dengan seseorang tentang perasaan Anda, apakah itu anggota keluarga, atau teman, atau layanan profesional seperti Headspace," terang dia.

Momen liburan akhir tahun juga membuka kesempatan bagi para remaja untuk menyambung koneksi yang sempat terputus. Hal itu disampaikan oleh Manajer Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Australia Glen Turner.

"Bagi beberapa remaja, Parkrun (perayaan libur Natal dan Tahun Baru di Australia-red) akan menjadi satu-satunya tempat bagi mereka untuk berbicara dengan seseorang," terang dia.

 

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/AAP


TERBARU