> >

Pasien Penyakit Pernapasan Alami Lonjakan Drastis, Rumah Sakit di Jerman Mulai Kewalahan

Kompas dunia | 20 Desember 2022, 05:15 WIB
Sistem perawatan kesehatan Jerman kewalahan karena peningkatan gelombang penyakit pernapasan akut, dengan kegentingan situasi makin banyak terjadi di rumah sakit dan klinik anak. (Sumber: Straits Times via EPA-EFE)

JENEWA, KOMPAS.TV - Sistem perawatan kesehatan Jerman kewalahan karena peningkatan gelombang penyakit pernapasan akut, dengan kegentingan situasi makin banyak terjadi di rumah sakit dan klinik anak.

Pekan lalu, Institut Robert Koch di Berlin melaporkan jumlah penyakit pernapasan akut di Jerman mencapai sekitar 9,5 juta peristiwa, seperti laporan Anadolu, Minggu (19/12/2022). 

Menurut institut tersebut, tingkat ini lebih tinggi daripada gelombang flu parah yang terlihat pada tahun-tahun sebelumnya.

"Kami saat ini menghadapi sistem perawatan kesehatan yang di ambang batas," kata Kepala Dewan Asosiasi Rumah Sakit Jerman DKG Gerald Gass kepada harian Augsburger Allgemeine.

Gerald Gass menambahkan, situasi itu terjadi khususnya di rumah sakit anak-anak, dan situasinya dramatis, kata Gass.

Baca Juga: Museum Jerman Dibobol seperti di Film, Ratusan Koin Emas Kuno Lenyap dalam 9 Menit tanpa Terdeteksi

Anggota staf medis ICU Klinik Asklepios di Munich, Jerman, Kamis, 4 November 2021. Sistem perawatan kesehatan Jerman kewalahan karena peningkatan gelombang penyakit pernapasan akut, dengan kegentingan situasi makin banyak terjadi di rumah sakit dan klinik anak. (Sumber: Associated Press)

Dokter di Jerman telah kehabisan kapasitas dan semakin terhambat oleh cuti sakit. Rumah sakit kehabisan tempat tidur. Selain Covid-19, pemicunya adalah gelombang influenza dan penyakit pernapasan pada anak.

Menurut angka asosiasi rumah sakit, saat ini hampir satu dari 10 pegawai rumah sakit dilaporkan sakit dan anak-anak dirawat di rumah sakit karena kekurangan obat untuk rawat jalan.

"Ini adalah kondisi yang tidak dapat dipertahankan," tutur Gass.

Asosiasi Interdisipliner Jerman untuk Perawatan Intensif dan Pengobatan Darurat menyebut krisis tersebut "dimensi bersejarah".

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Anadolu


TERBARU