> >

Teruji di Perang Rusia-Ukraina, Estonia Beli Sistem Roket HIMARS dari AS

Kompas dunia | 3 Desember 2022, 22:15 WIB
Ilustrasi. Unit peluncur roket HIMARS yang diproduksi Lockheed Martin digunakan dalam latihan Angkatan Bersenjata AS di Washington, 23 Mei 2011. (Sumber: Tony Overman/The Olympian via AP)

HELSINKI, KOMPAS.TV - Negara anggota NATO sekaligus tetangga Federasi Rusia, Estonia dilaporkan telah membeli sistem roket artileri buatan Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh pejabat pertahanan di negara Baltik itu pada Sabtu (3/12/2022).

Menurut laporan Associated Press, Estonia dan Washington sepakat untuk melakukan transaksi Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) seharga lebih dari 200 juta dolar AS. Paket pembelian ini mencakup perlengkapan seperti munisi, roket, serta pelatihan.

Baca Juga: Diduga Jadi Tempat Sembunyi Pembunuh Daria Dugina, Senator Rusia Ultimatum Estonia

Investasi Pertahanan Pusat Estonia melaporkan bahwa paket pembelian ini mencakup roket HIMARS dengan jarak jangkau 70-300 kilometer. HIMARS rencananya akan dikirim ke Estonia mulai 2024 mendatang.

"Peluncur roket laras banyak HIMARS adalah langkah penting baru bagi perkembangan kapabilitas pertahanan Estonia," kata Letkol Kaarel Maesalu, kepala departemen pengembangan kapabilitas Angkatan Bersenjata Estonia.

"Ini memungkinkan kami memberi pengaruh menentukan ke musuh, bahkan sebelum kontak dengan unit infanteri kami," lanjutnya.

Sementara itu, negara tetangga Estonia, Latvia dan Lituania juga dilaporkan tengah dalam proses membeli HIMARS dari AS.

Kementerian Pertahanan Estonia sendiri menyorot kemampuan HIMARS yang digunakan Ukraina menghadapi invasi Rusia. HIMARS disebut "membantu menghancurkan gudang amunisi Rusia, jaringan transportasi, dan pusat komando dengan akurasi tinggi di luar jangkauan howitzer yang digunakan Ukraina."

Baca Juga: Rusia Disebut Turut Hancurkan Situs Kebudayaan, Vladimir Putin Dituduh Ingin Hapus Budaya Ukraina

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Associated Press


TERBARU