> >

Kisah Anwar Ibrahim, Dari Tahanan yang Digebuki Menjadi Perdana Menteri Malaysia

Kompas dunia | 24 November 2022, 15:25 WIB
Lebih dari dua dekade setelah pemecatannya yang dramatis dari pemerintahan yang disusul pemenjaraan, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim hari Kamis, (24/11/2022) akhirnya menjadi perdana menteri baru Malaysia. (Sumber: Keadilandaily Malaysia)

Anwar dipersiapkan mengambil alih dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad tetapi dampak pahit atas tanggapan Malaysia terhadap krisis ekonomi Asia membuat Anwar dipecat pada September 1998, ditahan tanpa pengadilan dan kemudian didakwa dengan sodomi dan korupsi.

Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes perlakuan terhadap Anwar.

Ketika Anwar dibawa ke pengadilan dengan mata lebam sembilan hari setelah penangkapannya, karena penyerangan dalam tahanan oleh kepala polisi negara saat itu, hal itu dengan cepat menjadi simbol Partai Keadilan Rakyat barunya dan sumpahnya untuk reformasi.

Dia dipenjara enam tahun karena sodomi tahun 1999 dan setahun kemudian, sembilan tahun lagi karena korupsi. Dakwaan yang menurut Anwar adalah konspirasi politik oleh Mahathir untuk mengakhiri kariernya.

Baca Juga: UMNO Setuju Dukung Pembentukan Pemerintahan Persatuan, Kemelut Politik Malaysia Temui Titik Terang

Raja Malaysia Sultan Abdullah bin Sultan Ahmad Shah hari Kamis, (24/11/2022) akan bertemu seluruh Sultan dan penguasa negara bagian untuk meminta pendapat dan bermusyawarah tentang kebuntuan dalam pembentukan pemerintah federal. (Sumber: WION)

Kasusnya menuai kritik internasional, dengan Amnesti Internasional menyebut Anwar sebagai "tahanan hati nurani".

Anwar dibebaskan tahun 2004 setelah pengadilan tinggi Malaysia membatalkan hukuman sodomi, setahun setelah Mahathir mengundurkan diri sebagai perdana menteri setelah 22 tahun berkuasa.

Tapi Anwar dipenjara untuk kedua kalinya karena sodomi pada tahun 2015, dalam kasus yang katanya ditujukan untuk menghancurkan aliansinya yang memperoleh keuntungan melawan pemerintah yang dipimpin UMNO. Namun, dia tidak menyerah.

Dari sel penjaranya, Anwar berbaikan dengan Mahathir, yang kembali ke dunia politik karena kemarahan atas skandal miliaran dolar yang melibatkan dana investasi negara 1MDB.

Reuni mereka berujung pada pemilu bersejarah tahun 2018 yang menyaksikan tersingkirnya aliansi yang dipimpin UMNO, yang telah memimpin sejak kemerdekaan Malaysia dari Inggris pada tahun 1957.

Mahathir menjadi pemimpin tertua di dunia pada usia 92 tahun setelah kemenangan tersebut.

Baca Juga: Inilah Kekuasaan Besar Raja Malaysia, Bisa Tunjuk Perdana Menteri Bila Politik Buntu

Anwar Ibrahim. Lebih dari dua dekade setelah pemecatannya yang dramatis dari pemerintahan yang disusul pemenjaraan, pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim hari Kamis, (24/11/2022) akhirnya menjadi perdana menteri baru Malaysia. (Sumber: Associated Press)

Anwar diampuni tak lama kemudian dan akan menggantikan Mahathir, tetapi pertikaian menyebabkan keruntuhan pemerintah mereka setelah 22 bulan.

UMNO kembali sebagai bagian dari pemerintahan yang berselisih dengan blok Aliansi Nasional pimpinan Muhyiddin yang mencakup sekutu Islam garis keras.

Namun, pemerintahan singkat Pakatan Harapan Anwar menyebabkan pergolakan yang signifikan karena para pemimpin UMNO yang pernah berkuasa dipenjara atau dibawa ke pengadilan karena korupsi.

Mantan Perdana Menteri Najib Razak dipenjara dalam kasus yang terkait dengan saga 1MDB.

Istrinya, ketua UMNO saat ini dan beberapa pemimpin partai juga menghadapi tuduhan korupsi terpisah.

Anwar berkampanye pada platform multiras, berjanji untuk mengakhiri kefanatikan rasial dan agama dan menutup kerugian miliaran dolar akibat korupsi yang mengakar.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU