> >

Joe Biden di KTT G20: Prioritaskan Keamanan Kesehatan, AS Dukung Produksi Vaksin di Asia dan Afrika

Kompas dunia | 15 November 2022, 18:32 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat berbicara dalam KTT G20 di Bali, Selasa (15/11/2022). (Sumber: Kompas TV)

NUSA DUA, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur keamanan kesehatan harus menjadi prioritas berbagai negara, terlebih usai dunia dihantam pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Biden dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Selasa (15/11/2022). 

Biden pun menyampaikan peran AS menanamkan investasi untuk infrastruktur di negara-negara berkembang melalui US International Development Finance Corporation (DFC). 

"Kita lihat beberapa tahun terakhir, keamanan kesehatan mesti menjadi prioritas bagi kita semua. Itulah mengapa kami terus mendukung manufaktur vaksin di Afrika dan Asia,” kata Biden dalam pidato yang disiarkan Kompas TV, Selasa (15/11).

Baca Juga: Pertemuan Bersejarah, Joe Biden dan Xi Jinping Bahas Potensi Pemulihan Hubungan

Biden menyampaikan, DFC telah berperan mengalirkan investasi untuk mengatasi perubahan iklim. Salah satunya adalah dengan penanaman modal di industri nikel dan kobalt.

Nikel dan kobalt sendiri disebut sebagai dua mineral yang penting bagi kendaraan listrik dan teknologi bersih lain. 

Lebih lanjut, Biden menyebut investasi tersebut membantu menciptakan lapangan pekerjaan di tempat adanya tambang. 

Sebelumnya, Biden dilaporkan menyepakati kerja sama di bidang transisi energi ketika melakoni pertemuan bilateral bersama Presiden Joko Widodo. Jokowi pun berharap KTT G20 dapat melahirkan kerja sama yang konkret dalam pemulihan ekonomi global.

Di lain pihak, Biden juga menyinggung peran investasi AS dalam membangun konektivitas internet di dunia. Salah satunya adalah proyek kerja sama dengan Jepang dan Australia untuk membuat jaringan di Papua Nugini dan sekeliling kawasan Pasifik.

Biden menambahkan, AS turut berinvestasi dalam pemerataan kesetaraan gender. Salah satunya dengan membuat proyek di Somalia yang membantu 300.000 perempuan dalam hal kemampuan kepemimpinan.

Baca Juga: Agenda G20, Jokowi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Kepala Negara

 

 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU