> >

Jerman Legalkan Pembelian dan Kepemilikan Ganja hingga 30 Gram, Ini Tujuannya

Kompas dunia | 27 Oktober 2022, 04:40 WIB
Jerman pada Rabu (26/10/2022) akan mengizinkan orang dewasa untuk membeli dan memiliki hingga 30 gram ganja untuk penggunaan rekreasi. (Sumber: Straits Times)

BERLIN, KOMPAS.TV - Jerman akan mengizinkan orang dewasa untuk membeli dan memiliki hingga 30 gram ganja untuk penggunaan rekreasi, karena koalisi yang berkuasa memenuhi janji untuk melegalkan ganja, Rabu (26/10/2022).

Kabinet Jerman juga menyetujui proposal yang akan memungkinkan penanaman dan distribusi ganja yang terkendali.

Seperti dilansir Bloomberg, kabinet Kanselir Olaf Scholz menyetujui proposal yang akan memungkinkan penanaman dan distribusi ganja yang terkontrol, Rabu (26/10). Pasalnya, ekonomi terbesar Eropa itu bertujuan untuk mengekang pasar gelap ganja.

Langkah ini merupakan dorongan bagi industri ganja Jerman yang baru lahir.

Perusahaan termasuk SynBiotic SE dan Cantourage telah menyusun rencana pertumbuhan yang ambisius.

Undang-undang ini juga akan meningkatkan keuangan publik. Pemerintah Jerman bahkan akan menerapkan pajak khusus ganja.

Legalisasi ganja masih dibatasi. Penjualan akan dibatasi untuk toko khusus, dan koalisi yang berkuasa berencana untuk mengevaluasi batas jumlah THC, bahan kimia yang membuat mabuk, untuk orang dewasa berusia 21 tahun ke bawah.

Namun, batasan jumlah yang dapat dibeli lebih tinggi dari proposal sebelumnya.

Baca Juga: Wakil Menteri Hukum dan HAM: Pemerintah Bakal Kaji Legalisasi Ganja Medis

Thailand menjadi negara Asia pertama yang menerapkan kebijakan dekriminalisasi ganja. (Sumber: Kompas.com)

Rencana pemerintah adalah “seperti memenangkan lotere,” kata Chief Executive Officer SynBiotic Lars Mueller. “Ketika saatnya tiba, kami akan dapat menawarkan model seperti waralaba untuk pengecer ganja, selain membuka toko kami sendiri.”

Saham perusahaan melonjak sebanyak 19 persen, memangkas penurunan untuk tahun ini menjadi 46 persen.

Sebelum tindakan tersebut dapat berlaku, Komisi Eropa perlu meninjau proposal tersebut, tetapi prosesnya dapat terhambat oleh krisis seperti perang di Ukraina dan krisis energi, menurut Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach. Ia memproyeksikan bahwa legalisasi dapat memakan waktu dan baru bisa berlaku pada kuartal pertama tahun depan.

“Ini penting, tetapi ada banyak masalah lain yang sedang menghinggapi publik saat ini,” katanya dalam konferensi pers di Berlin. 

“Ini bukan proyek di mana kami menekan, tetapi juga bukan proyek gaya hidup,” tekannya.

Untuk memenuhi permintaan yang diharapkan, Jerman kemungkinan akan perlu mengimpor bibit ganja dari negara lain, menurut CEO Cantourage Philip Schetter.

“Kami tidak percaya bahwa produksi ganja dalam negeri murni akan cukup untuk memenuhi permintaan saat ini dan di masa depan,” katanya kepada Bloomberg.

 

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Bloomberg


TERBARU