> >

Jerman akan Latih Hingga 5.000 Tentara Ukraina, Setara Brigade Tempur

Krisis rusia ukraina | 20 Oktober 2022, 17:38 WIB
Kanselir Jerman Olaf Scholz, Kamis (20/10/2022), mengatakan negaranya akan melatih satu brigade hingga 5.000 tentara Ukraina sebagai bagian dari misi pelatihan Uni Eropa. (Sumber: Straits Times)

BERLIN, KOMPAS.TV — Kanselir Jerman Olaf Scholz, Kamis (20/10/2022), mengatakan negaranya akan melatih satu brigade hingga 5.000 tentara Ukraina sebagai bagian dari misi pelatihan Uni Eropa yang disetujui awal pekan ini, seperti dilansir Associated Press.

Uni Eropa pada Senin (17/10/2022), menyetujui misi tersebut, yang awalnya akan berjalan selama dua tahun.

Tujuan langsungnya adalah untuk melatih sekitar 15.000 tentara Ukraina, terutama di Polandia dan Jerman, dan diharapkan misi tersebut akan siap dan berjalan pada pertengahan November mendatang.

Scholz mengatakan kepada anggota parlemen di Berlin pada Kamis bahwa salah satu markas akan berada di Jerman dan "pada musim semi, kita akan melatih brigade lengkap dengan kekuatan hingga 5.000 tentara."

Scholz mengatakan “dengan ini, kami menggarisbawahi kesiapan untuk berpartisipasi dalam pembangunan jangka panjang angkatan bersenjata Ukraina yang kuat, bergandengan tangan dengan mitra kami.”

Scholz juga mengatakan taktik "bumi hangus" tidak akan membantu Rusia memenangi perangnya di Ukraina dan menekankan "serangan yang disengaja terhadap penduduk sipil adalah kejahatan perang."

"Mereka hanya memperkuat tekad dan daya tahan Ukraina dan mitranya," kata Scholz.

“Teror bom dan rudal Rusia pada akhirnya adalah tindakan putus asa, seperti mobilisasi orang Rusia untuk perang.”

Baca Juga: Prancis akan Latih Hingga 2.000 Tentara Ukraina dan Pasok Sistem Pertahanan Udara Crotale

Warga membersihkan sisa serangan rudal Rusia di Zaporhizhia. Kanselir Jerman Olaf Scholz, Kamis (20/10/2022), mengatakan Jerman akan melatih satu brigade hingga 5.000 tentara Ukraina sebagai bagian dari misi pelatihan Uni Eropa. (Sumber: AP Photo/Leo Correa)

Pasukan Rusia, Kamis, dilaporkan menggencarkan serangan terhadap fasilitas industri dan energi di Ukraina tengah, menyasar berbagai fasilitas infrastruktur.

Rusia telah menyatakan niatnya untuk meningkatkan penargetannya terhadap fasilitas listrik, air, dan infrastruktur vital Ukraina lainnya dalam fase terbaru dari perang yang telah berlangsung hampir delapan bulan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Moskow menghancurkan 30 persen pembangkit listrik negara itu sejak 10 Oktober.

Serangan terakhir di wilayah Kryvyi Rih, wilayah Dnipropetrovsk, menimbulkan kerusakan, menurut administrator regional Valentyn Reznichenko. Dia tidak memberikan rincian lainnya.

Pasukan Rusia juga menyerang sebuah sekolah di wilayah Zaporizhzhia pada Kamis pagi, kata wakil kepala kantor kepresidenan Kyrylo Tymoshenko di Telegram.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV/Associated Press


TERBARU