> >

Xi Jinping di Kongres Partai Komunis Nyatakan Ambisi China Jadi Adikuasa di Pertengahan Abad 21

Kompas dunia | 17 Oktober 2022, 09:31 WIB
Presiden China yang juga Sekjen Partai Komunis China Xi Jinping berpidato pada hari pertama pembukaan kongres ke 20. Xi Jinping diperkirakan akan jalani masa jabatan ke 3, berambisi jadikan China adikuasa dunia pertengahan abad 21. (Sumber: AP Photo/Mark Schiefelbein)

BEIJING, KOMPAS.TV — Tema menyeluruh yang muncul dari kongres Partai Komunis China yang dimulai hari Minggu, (16/10/2022) adalah kesinambungan kebijakan dan ambisi besar menjadi negara sosialis modern terbesar dunia di pertengahan abad 21, seperti dilaporkan Associated Press, Senin, (17/10/2022).

Pertemuan selama satu minggu, yang dibuka pada hari Minggu, (16/10/2022) menyampaikan laporan proyeksi pembangunan hingga tahun 2025 dalam pembukaan Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China CPC di Beijing, Minggu.

"Untuk membangun China menjadi negara sosialis modern terbesar, kami mengambil dua langkah rencana strategis," kata Sekretaris Jenderal CPC itu.

Strategi pertama, mewujudkan modernisasi sosialisme mulai 2020 hingga 2035.

Langkah kedua, lanjut Xi, untuk menjadi negara sosialis modern berarti negaranya harus makmur, kuat, demokratis, memiliki keunggulan budaya, dan harmonis.

Setelah berhasil mewujudkan modernisasi, barulah China bisa menjadi negara sosialis modern yang memimpin dunia dalam hal kekuatan nasional dan berpengaruh secara internasional pada pertengahan abad ini," kata Xi.

Xi dalam pidatonya memaparkan beberapa tujuan pembangunan China yang harus dicapai tahun 2035 di antaranya peningkatan kekuatan ekonomi secara signifikan, penguasaan iptek, pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan agar setara dengan negara-negara maju, dan berada di antara jajaran negara-negara paling inovatif di dunia dalam kemandirian iptek.

Xi Jinping hari Minggu juga menyerukan pembangunan militer yang lebih cepat dan mengumumkan tidak ada perubahan dalam kebijakan yang telah membuat tegang hubungan dengan Washington, serta memperketat kontrol Partai Komunis yang berkuasa atas masyarakat dan ekonomi.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Disebut Bakal Terpilih untuk Masa Jabatan ke-3, Ini Kiprahnya sejak Muda

Seorang petugas polisi berjaga di dekat potret mantan pemimpin Mao Zedong di Gerbang Tiananmen di Beijing, Jumat, 14 Oktober 2022. Partai Komunis China yang berkuasa mengadakan kongres nasional lima tahunan mulai Minggu, 16 Oktober 2022 . (Sumber: AP Photo/Ng Han Guan)

China, dengan anggaran militer terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat, berusaha memperluas jangkauannya dengan mengembangkan rudal balistik, kapal induk, dan pos terdepan di luar negeri.

“Kami akan bekerja lebih cepat untuk memodernisasi teori, personel, dan senjata militer,” kata Xi. “Kami akan meningkatkan kemampuan strategis militer.”

Dalam satu dasawarsa terakhir Produk Domestik Bruto China tumbuh dari 54 triliun yuan menjadi 114 triliun yuan.

China dibanding sepuluh tahun lalu, kini China menyumbang 18,5 persen PDB dunia atau naik 7,2 persen dibandingkan dasawarsa sebelumnya.

"China masih menjadi negara ekonomi terbesar kedua dunia dengan pendapatan per kapita naik dari 39.800 yuan menjadi 81.000 yuan," kata pemimpin tertinggi CPC, partai berkuasa di China itu.

Modernisasi militer hingga tahun 2035 juga disinggung Xi Jinping yang juga Ketua Komisi Pusat Militer China itu.

Baca Juga: Inilah Perkiraan Media Barat tentang Apa yang akan Terjadi di Kongres Partai Komunis China Tahun ini

Presiden China Xi Jinping berpidato tanggal 16 Oktober 2022 d8 kongres ke 20 partai komunis China, dengan latar belakang petinggi dan tetua partai (Sumber: AP Photo)

Mencapai cita-cita satu abad Tentara Pembebasan Rakyat China PLA pada 2027 dan mempercepat peningkatan persenjataan militer berstandar kelas dunia, menurut Xi, sudah menjadi program strategis pembangunan negara sosialis modern.

"Kita harus mengaplikasikan program penguatan militer era baru dan tetap mempertahankan kepemimpinan CPC atas angkatan bersenjata," katanya.

Kongres yang berlangsung hingga 22 Oktober tersebut mengagendakan amandemen UU CPC, penyampaian laporan Komite Sentral ke-19 CPC, memilih dan mengangkat anggota Komite Sentral ke-20 CPC dan anggota Komis Pusat CPC ke-20 untuk Pengawasan Disiplin (CCDI)

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV/Associated Press/Antara


TERBARU