> >

Ketahuan Makan di Restoran Tak Pakai Jilbab dan Fotonya Tersebar, Perempuan Iran Ditahan

Kompas dunia | 1 Oktober 2022, 14:15 WIB
Ilustrasi perempuan Iran. Seorang perempuan Iran ditahan setelah tak menggunakan jilbab saat berada di restoran dan fotonya tersebar secara online. (Sumber: AP Photo/Vahid Salemi)

TEHERAN, KOMPAS.TV - Pihak keamanan Iran telah menangkap perempuan yang ketahuan makan di restoran tanpa menggunakan jilbab di Teheran.

Keluarga perempuan tersebut mengatakan pada Jumat (30/9/2022), penangkapan itu terjadi setelah fotonya yang sedang makan di restoran dengan temannya tak pakai jilbab tersebar secara online.

Pada foto yang muncul, Rabu (28/9/2022), terlihat dua perempuan sedang sarapan di sebuah kafe, tanpa memakai jilbab.

Salah seorang perempuan di foto itu, Donya Rad, ditangkap tak lama setelah foto itu tersebar secara online.

Baca Juga: Bocoran Amnesty International: Iran Perintahkan Aparat Keamanan Keras Hadapi Demonstran Mahsa Amini

Saudarinya mengatakan, badan keamanan Iran menghubungi Donya dan memanggilnya untuk memberikan penjelasan atas aksinya.

“Setelah mendatangi tempat di mana ia ditangkap, setelah beberapa jam tanpa kabar, Donya menghubungi saya dan mengatakan ia dipindahkan ke bangsal 209 di Penjara Evin,” katanya kepada CNN.

Penjara Evin yang ada di Teheran dikenal sebagai fasilias brutal di mana rezim Iran memenjarakan pembangkang politik, dan secara eksklusif ditujukan untuk tahanan yang dikelola Kementerian Intelijen Iran.

Otoritas Iran sendiri belum memberikan keterangan terkait penangkapan tersebut.

Pada beberapa hari terakhir, pasukan keamanan Iran dilaporkan telah menahan sejumlah tokoh penting negara itu.

Termasuk penulis Mona Borzouei, pemain bola Iran Hossein Mahini, dan putri dari mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, Faezeh Rafsanjani.

Kondisi Iran sendiri tengah memanas terkait kewajiban penggunaan jilbab bagi perempuan ditempat umum.

Hal itu bermula dari kematian Mahsa Amini, yang tewas setelah ditangkap polisi moral Iran karena tak menggunakan jilbab.

Protes besar-besaran pun terjadi di seluruh Iran setelah hampir dua pekan, di mana demonstran menghadapi pasukan keamanan.

Kelompok Hak Asasi Iran memperkirakan 83 orang terbunuh saat demonstrasi tersebut, termasuk anak-anak.

Selain itu, sekitar 28 jurnalis telah ditangkap pada Kamis (29/9), berdasarkan laporan dari Komite Perlindungan Jurnalis.

 

Penulis : Haryo Jati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : CNN


TERBARU