> >

Dampak Paling Nyata Krisis Ekonomi di Sejumlah Negara pada Perempuan, Meningkatnya Pekerja Seks

Kompas dunia | 30 September 2022, 13:00 WIB
Ilustrasi: Pekerja Seks Komersial (PSK) prostitusi wanita perempuan (Sumber: Grid/Kompas.com)

Para wanita di sana akan memberi layanan seks kepada pria-pria, dengan imbalan makanan dan obat-obatan.  

Dilansir darei News18.com, wanita itu kadang-kadang menyamar sebagai pekerja spa untuk memberikan layakan kepada pelanggannya.

Rumah bordil hanya dibangun dari tirai yang digantung dan tempat tidur darurat untuk melayani.


Baca Juga: Sri Mulyani Nilai Inggris Krisis Karena Kebijakan Ekonomi Negara Itu Sendiri

Sementara krisis politik dan ekonomi yang melanda Venezuela, mulai dari inflasi mata uang, pemadaman listrik, hingga kekurangan pangan, juga membuat banyak warganya berbondong-bondong meninggalkan Venezuela.

Venezuela, negara yang dulunya dikenal sebagai salah satu yang terkaya di Amerika Latin, pada tahun 2018 terancam mengalami hiperinflasi hingga 1 juta persen. Akibatnya, sejumlah wanita Venezuela menyeberang ke Kolombia dan mengambil pekerjaan seks di sana. Dan itu masih terjadi sampai sekarang.

Mariza, bukan nama sebenarnya, misalnya, datang ke Kolombia dari Venezuela dengan satu tujuan: mendapat kehidupan yang lebih baik.

Berbekal pengalamannya sebagai perawat bersertifikat, dia mencoba peruntungannya di sana. Nyatanya, tidak ada lapangan pekerjaan yang dia temui. Karena tidak mendapat pekerjaan satu pun, bahkan sebagai tenaga kebersihan, dia memutuskan untuk melakukan hal yang sebelumnya tidak dia bayangkan, menjadi pekerka seks komersial. 

Dilansir dari The Guardian, keruntuhan total ekonomi Venezuela telah memicu krisis kemanusiaan berskala besar, kompleks, dan kekurangan dana.

Diperkirakan 4,5 juta rakyat Venezuela telah mengungsi ke negara lain dengan menyusup.

Penulis : Dian Septina Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU